Langsung ke konten utama

Hanya Karna Malu Anak Hasil dari Luar Nikah Seorang Ayah Tega Membunuh Anak nya

MS (23) ditangkap atas penganiayaan terhadap bayi berusia 3 bulan yang merupakan anak kandungnya sendiri. MS melakukan penganiayaan selama berbulan-bulan hingga akhirnya koban meninggal dunia.

"Berdasarkan keterangan dari pelaku, bahwa penganiayaan terhadap anaknya ini tidak hanya dilakukan satu kali saja, tetapi ternyata pernah dilakukan pada saat bayi berumur satu setengah bulan, di mana kaki bayi dipatahkan oleh pelaku dan juga punggung," jelas Kapolsek Kebon Jeruk AKP Erick Sitepu kepada wartawan di Mapolres Jakbar, Slipi, Jakarta Barat, Senin (6/5/2019).

Erick mengatakan, korban kerap dianiaya ketika istrinya, SK menitipkan bayi kepadanya. Terakhir sebelum kematian korban pada Sabtu (27/4) pagi, korban dititip ibunya yang hendak belanja ke pasar.

"Antara lain bayi ini digigit tepat di wajah sebelah kiri, ada bekas gigitannya. Juga kemudian dipukul atau ditonjok tepat di muka, sehingga menyebabkan hancur bagian hidung dan bibir pecah," jelas Erick.

Tersangka juga pernah memelintir kaki korban hingga patah. 

"Kemudian bayinya juga tangan dan kakinya dipatahkan, ditarik sampai dipelintir berulang kali. Kalau menurut keterangan pelaku, dipelintir sampai bunyi 'krek' baru dia berhenti. Kemudian termasuk kaki juga," terang Erick. 

Ketika SK tiba di rumahnya, dia melihat bayonya sudah lemas. Tersangka mengaku bahwa bayinya tersedak untuk menutupi perbuatannya.

"Setelah melakukan kekerasan terhadap anak, bayi ini sebenarnya masih hidup, kemudian istrinya datang, melihat kondisi bayinya sudah lemas namun masih bernafas. Kemudian ditanya kepada pelaku, kenapa bayinya seperti ini, dijawab oleh pelaku bayinya tersedak di tenggorokan," lanjutnya.

Ketika bayi itu ditinggal oleh ibunya, ada sang nenek di rumah. Hanya saja, karena keterbatasan sang nenek sehingga tidak bisa mengetahui dan berbuat apa-apa.

"Jadi di TKP itu di dalam rumah itu, hanya ada pelaku, korban, termasuk mertua dari pelaku. Mertuanya ini karena mengalami tunanetra, sehingga dia tidak mengetahui apa yang dilakukan pelaku terhadap korban," ucapnya.

Polisi telah mengantongi sejumlah bukti terkait kekejian MS. Salah satunya bukti hasil rontgen korban.

"Hal ini dibuktikan dengan adanya hasil rontgen dari rumah sakit, namun ini nanti yang berhak menjelaskan adalah dari pihak rumah sakit. Di sini hasil rontgen terlihat jelas adanya tulang patah di bayi tersebut," tandasnya.

Begini Kejinya MS Aniaya Bayi, Gigit-Tonjok Korban hingga Tewas

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terkadang Orang Dewasa Memang Susah di Pahami Ada Saja Tingkahnya

Bagi anak-anak, bermain merupakan salah satu hal yang mengasyikkan. Banyak sekali arena permainan yang bisa dinikmati anak-anak, seperti seluncuran, baby swing, dan banyak permainan lainnya. Namun apa jadinya kalau arena bermain tersebut dilmainkan oleh orang dewasa? Tentu akan timbulkan banyak masalah, seperti terjebak pada arena permainan karena ukuran tubuh dan arena tidak sebanding. Hal itu benar adanya karena hingga sekarang masih banyak orang dewasa yang bermain di arena anak-anak. Mungkin saja para orang dewasa ingin nostagia, namun hal itu malah timbulkan masalah. Berikut potret orang dewasa yang justru terjebak di arena bermain anak-anak seperti di lansir dari Boredpanda, Senin (27/5/2019). 1. Terjebak di seluncuran Seluncuran menjadi permainan yang begitu menarik bagi anak-anak. Sensasi saat berseluncur menjadi alasan mengapa permainan ini seru. Namun jangan sesekali mencoba permainan tersebut ketika sudah dewasa seperti ...

Yuk di Simak 5 Fakta Unik Mobil Dari yang Ada 30Ribu Bagian Mobil Hingga Kapan Pertama Kali Tabrakan Mobli Terjadi

Pengetahuan soal  mobil  tidak melulu berkaitan dengan teknis. Hal-hal menarik seperti  fakta unik , malah sering jadi bahasan menarik. Seperti 5 Fakta unik tentang mobil, yang bikin kamut terlihat cerdas ini. 1. Parkir Mobil Seperti dilansir  CarBuzz , 95 persen kehidupan mobil adalah di tempat parkir, lho. Meskipun kita sering terjebak di tengah kemacetan, mobil lebih banyak menghabiskan waktunya dengan terparkir. 2. Penemu Cruise Control Ternyata Tunanetra Faktanya, penemu fitur cruise control yang jamak ditemui di mobil-mobil keluaran terbaru, adalah seorang tunanetra bernama Ralph Teetor. Pria asal Amerika Serikat itu mengalami tunanetra sejak usia 5 tahun. Penemuan Ralph bermula ketika ia sedang bepergian bersama pengacara pribadinya. Lulusan teknik mesin di University of Pennsylvania ini merasa terganggu ketika mobil berjalan dalam kecepatan yang tidak stabil, dan dari situlah ia menciptakan perangkat kontrol kecepatan yang ktia kenal dengan ...

Studi : Sarapan dengan Eskrim dapat Tingkatkan Kerja Otak?

Bagi Anda yang bingung sarapan dengan menu pagi di pagi ini, pernah terpikir menu es krim ? Peneliti asal Jepang mengungkapkan makan es krim di pagi hari berpengaruh terhadap kinerja otak dan kesehatan mental. Peneliti dari Kyorin University Tokyo melakukan studi terhadap efek sarapan dengan es krim. Rupanya, sarapan es krim mampu 'membangunkan' otak terutama saat dikonsumsi setelah bangun tidur. Otak akan kaget dan langsung bekerja aktif setelah gigitan pertama es krim masuk dalam mulutmu. Makanan dingin ini juga meningkatkan kapasitas mental seseorang. Jadi, mengonsumsi es krim setelah bangun tidur bisa meningkatkan kerja otak dan kesehatan mental. Peneliti juga melakukan beberapa percobaan untuk memberikan bukti tersebut. Mereka membagi kelompok objek penelitian ke dalam dua bagian. Satu kelompok partisipan diberi es krim setelah bangun di pagi hari. Sedangkan kelompok lainnya tidak diberi. Hasilnya, partisipan yang menyantap es krim saat bangun di pagi hari cenderun...