Langsung ke konten utama

Studi : Pegang Gawai Setiap Bangun Tidur Sebabkan Gangguan Mental?

Anda termasuk orang yang selalu mengecek ponsel atau gawai tiap bangun tidur? Dulu, rutinitas bangun tidur di pagi hari biasanya dimulai dengan mencuci muka, mandi, sampai sarapan.

Saat ini, urutan kebiasaan itu mungkin banyak berubah. Terutama di urutan pertama. Banyak orang yang rutinitas awalnya setelah bangun tidur adalah membuka gawai, setelah itu baru melakukan kegiatan lainnya.

Buat Anda yang suka mengawali hari dengan menggenggam gawai sebaiknya segera ubah atau tinggalkan kebiasaan tersebut. Kebiasaan tersebut bisa berdampak negatif dengan merusak rutinitas harian dan juga mood Anda.

Selama tiga tahun terakhir, sejumlah peneliti telah mempelajari bagaimana teknologi sudah mengeksploitasi kelemahan pikiran sehingga kita terus merasa ingin tetap online.

Menurut beberapa peneliti, desainer teknologi bisa secara magis mengubah orang-orang dengan mempengaruhi tanpa mereka sadari. Salah satunya adalah timbulnya sindrom FOMO atau fear of missing out, atau rasa takut tertinggal berita atau informasi di media sosial.

Jadi, saat kita bangun di pagi hari dan mengambil gawai untuk melihat daftar notifikasi, itu membuat kita jadi rutin setiap bangun pagi untuk melihat apa yang kita lewatkan.

Hasil gambar untuk ilustrasi tidur sambil main hp

Rasa Cemas Lebih Tinggi

Penelitian lain juga menunjukkan bahwa kebiasaan melihat notifikasi ponsel ketika bangun tidur bisa memicu stres. Mereka juga melakukan survei terhadap 2000 pekerja di Inggris untuk membuktikan hal tersebut.

Mereka menemukan fakta para pekerja yang punya kebiasaan melihat notifikasi setelah bangun tidur berkaitan dengan perasaan cemas yang lebih tinggi.

Dalam analisis lain di University of British Columbia, mereka melakukan penelitian terhadap 124 mahasiswa dan profesor yang selalu melihat gawai saat pertama kali bangun tidur.

Selama satu minggu, mereka yang menjalankan kebiasaan tersebut cenderung lebih stress dan tertekan. Sejumlah peneliti menyarankan agar kita lebih fokus pada aktivitas lain daripada gawai, ketika bangun tidur.

Ada banyak kebiasaan lain yang lebih bermanfaat dan menyehatkan. Misalnya dengan berolahraga atau menyeduh secangkir teh atau kopi hangat di pagi hari sebelum membuka gawai.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terkadang Orang Dewasa Memang Susah di Pahami Ada Saja Tingkahnya

Bagi anak-anak, bermain merupakan salah satu hal yang mengasyikkan. Banyak sekali arena permainan yang bisa dinikmati anak-anak, seperti seluncuran, baby swing, dan banyak permainan lainnya. Namun apa jadinya kalau arena bermain tersebut dilmainkan oleh orang dewasa? Tentu akan timbulkan banyak masalah, seperti terjebak pada arena permainan karena ukuran tubuh dan arena tidak sebanding. Hal itu benar adanya karena hingga sekarang masih banyak orang dewasa yang bermain di arena anak-anak. Mungkin saja para orang dewasa ingin nostagia, namun hal itu malah timbulkan masalah. Berikut potret orang dewasa yang justru terjebak di arena bermain anak-anak seperti di lansir dari Boredpanda, Senin (27/5/2019). 1. Terjebak di seluncuran Seluncuran menjadi permainan yang begitu menarik bagi anak-anak. Sensasi saat berseluncur menjadi alasan mengapa permainan ini seru. Namun jangan sesekali mencoba permainan tersebut ketika sudah dewasa seperti ...

Yuk di Simak 5 Fakta Unik Mobil Dari yang Ada 30Ribu Bagian Mobil Hingga Kapan Pertama Kali Tabrakan Mobli Terjadi

Pengetahuan soal  mobil  tidak melulu berkaitan dengan teknis. Hal-hal menarik seperti  fakta unik , malah sering jadi bahasan menarik. Seperti 5 Fakta unik tentang mobil, yang bikin kamut terlihat cerdas ini. 1. Parkir Mobil Seperti dilansir  CarBuzz , 95 persen kehidupan mobil adalah di tempat parkir, lho. Meskipun kita sering terjebak di tengah kemacetan, mobil lebih banyak menghabiskan waktunya dengan terparkir. 2. Penemu Cruise Control Ternyata Tunanetra Faktanya, penemu fitur cruise control yang jamak ditemui di mobil-mobil keluaran terbaru, adalah seorang tunanetra bernama Ralph Teetor. Pria asal Amerika Serikat itu mengalami tunanetra sejak usia 5 tahun. Penemuan Ralph bermula ketika ia sedang bepergian bersama pengacara pribadinya. Lulusan teknik mesin di University of Pennsylvania ini merasa terganggu ketika mobil berjalan dalam kecepatan yang tidak stabil, dan dari situlah ia menciptakan perangkat kontrol kecepatan yang ktia kenal dengan ...

Benarkah Sering Konsumsi Cabe Bubuk Menyebabkan Difteri?

Belakangan ini beredar pesan berantai yang mengingatkan bahwa mengonsumsi cabe bubuk yang kerap digunakan dalam jajanan seperti tahu crispy, kentang goreng, atau cilok bisa menyebabkan difteri akibat tercemar kencing tikus . Bahkan disebutkan difteri jadi Kejadian Luar Biasa (KLB) di Jakarta dengan korban ratusan jiwa. Dalam akun instagram resmi Dinas Kesehatan DKI telah ditegaskan bahwa berita tersebut adalah hoaks. Pihak Dinkes DKI meminta jika ada yang menerima informasi tersebut, sudah dipastikan hoaks dan tidak berasal dari Dinkes DKI. Senada dengan Dinkes DKI, ahli pencernaan dan dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof dr Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH, MMB menyebut berita KLB tersebut hoaks. "Tentang KLB Difteri hoaks. Berita cabe kering kena kotoran tikus juga Hoaks," kata dr Ari. Dr Ari juga menegaskan bahwa konsumsi cabe bubuk tidak akan menyebabkan difteri. Namun jika terlalu sering mengonsumsinya maka bisa menyebabkan diare pada orang yan...