Langsung ke konten utama

Perkara Tidak Bisa Melunasi Hutang Karena Ingin Menikah, Pria Ini di Bunuh Temannya

Ilustrasi garis polisi.

Seorang pria berusia 58 tahun di India diduga telah tewas dibunuh oleh temannya sendiri, usai berselisih masalah utang. Ganesh Kolatkar (58) diyakini telah dibunuh oleh temannya, Pintu Sharma (40), setelah bertengkar perkara utangnya yang belum dibayarkan dan mengenai rencananya untuk menikah.

Dilansir India Today, insiden pembunuhan tersebut terjadi pada bulan Januari lalu, di apartemen tersangka yang berada di Virar West, negara bagian Maharashtra, India. Dugaan terjadinya pembunuhan bermula dari laporan keluarga korban yang mengatakan Ganesh telah hilang sejak 16 Januari lalu. 

Selain itu ada laporan penghuni apartemen Bachraj, tempat tinggal tersangka, bahwa telah ditemukan potongan jari yang menyumbat saluran pembuangan, serta bau busuk dari salah satu ruang apartemen.

Polisi lantas memeriksa rekaman kamera pengawas apartemen dan melihat korban datang ke apartemen bersama tersangka, namun setelahnya tidak terlihat keluar dari gedung. Berdasar hasil penyelidikan polisi, diketahui jika korban memiliki utang kepada tersangka sebesar 60.000 rupee (sekitar Rp 12 juta), yang berasal dari uang yang diinvestasikan tersangka untuk bisnis percetakan yang dimiliki korban. 


Semula tersangka menginvestasikan uang sebesar 100.000 rupee (sekitar Rp 20,5 juta), namun kemitraan keduanya tidak berlangsung lama dan korban diminta mengembalikan uang milik tersangka. Korban telah mengembalikan sebesar 40.000 rupee (sekitar Rp 8 juta), namun masih menanggung utang.

Sementara, korban tengah merencanakan untuk menggelar pernikahannya. Saat di apartemen milik tersangka itulah terjadi perselisihan yang kemudian berakhir dengan pembunuhan korban. "Kembalikan dulu uang 60.000 rupee saya sebelum berpikir untuk menikah," kata Sharma kepada Ganesh, menurut laporan kepolisian yang dikutip Mumbai Mirror. Tersangka ditangkap dan didakwa membunuh korban dengan memotong tubuhnya, kemudian membuangnya ke toilet dan sungai. Polisi mengatakan laporan tuduhan diajukan berdasarkan rekaman CCTV dan rekaman telepon keduanya. Polisi masih menunggu laporan DNA korban.

"Kami telah mengajukan tuduhan kepada tersangka dan telah ada cukup bukti untuk membuktikan bahwa dia telah melakukan kejahatan." "Meski laporan kecocokan DNA korban belum keluar, kami telah menemukan cincin korban dari apartemen tempat tinggal tersangka," kata seorang petugas polisi kepada media. Tersangka dituduh melanggar KUHP India Pasal 302 tentang pembunuhan dan Pasal 201 tentang penghilangan bukti kejahatan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terkadang Orang Dewasa Memang Susah di Pahami Ada Saja Tingkahnya

Bagi anak-anak, bermain merupakan salah satu hal yang mengasyikkan. Banyak sekali arena permainan yang bisa dinikmati anak-anak, seperti seluncuran, baby swing, dan banyak permainan lainnya. Namun apa jadinya kalau arena bermain tersebut dilmainkan oleh orang dewasa? Tentu akan timbulkan banyak masalah, seperti terjebak pada arena permainan karena ukuran tubuh dan arena tidak sebanding. Hal itu benar adanya karena hingga sekarang masih banyak orang dewasa yang bermain di arena anak-anak. Mungkin saja para orang dewasa ingin nostagia, namun hal itu malah timbulkan masalah. Berikut potret orang dewasa yang justru terjebak di arena bermain anak-anak seperti di lansir dari Boredpanda, Senin (27/5/2019). 1. Terjebak di seluncuran Seluncuran menjadi permainan yang begitu menarik bagi anak-anak. Sensasi saat berseluncur menjadi alasan mengapa permainan ini seru. Namun jangan sesekali mencoba permainan tersebut ketika sudah dewasa seperti ...

Benarkah Sering Konsumsi Cabe Bubuk Menyebabkan Difteri?

Belakangan ini beredar pesan berantai yang mengingatkan bahwa mengonsumsi cabe bubuk yang kerap digunakan dalam jajanan seperti tahu crispy, kentang goreng, atau cilok bisa menyebabkan difteri akibat tercemar kencing tikus . Bahkan disebutkan difteri jadi Kejadian Luar Biasa (KLB) di Jakarta dengan korban ratusan jiwa. Dalam akun instagram resmi Dinas Kesehatan DKI telah ditegaskan bahwa berita tersebut adalah hoaks. Pihak Dinkes DKI meminta jika ada yang menerima informasi tersebut, sudah dipastikan hoaks dan tidak berasal dari Dinkes DKI. Senada dengan Dinkes DKI, ahli pencernaan dan dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof dr Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH, MMB menyebut berita KLB tersebut hoaks. "Tentang KLB Difteri hoaks. Berita cabe kering kena kotoran tikus juga Hoaks," kata dr Ari. Dr Ari juga menegaskan bahwa konsumsi cabe bubuk tidak akan menyebabkan difteri. Namun jika terlalu sering mengonsumsinya maka bisa menyebabkan diare pada orang yan...

Studi : Sarapan dengan Eskrim dapat Tingkatkan Kerja Otak?

Bagi Anda yang bingung sarapan dengan menu pagi di pagi ini, pernah terpikir menu es krim ? Peneliti asal Jepang mengungkapkan makan es krim di pagi hari berpengaruh terhadap kinerja otak dan kesehatan mental. Peneliti dari Kyorin University Tokyo melakukan studi terhadap efek sarapan dengan es krim. Rupanya, sarapan es krim mampu 'membangunkan' otak terutama saat dikonsumsi setelah bangun tidur. Otak akan kaget dan langsung bekerja aktif setelah gigitan pertama es krim masuk dalam mulutmu. Makanan dingin ini juga meningkatkan kapasitas mental seseorang. Jadi, mengonsumsi es krim setelah bangun tidur bisa meningkatkan kerja otak dan kesehatan mental. Peneliti juga melakukan beberapa percobaan untuk memberikan bukti tersebut. Mereka membagi kelompok objek penelitian ke dalam dua bagian. Satu kelompok partisipan diberi es krim setelah bangun di pagi hari. Sedangkan kelompok lainnya tidak diberi. Hasilnya, partisipan yang menyantap es krim saat bangun di pagi hari cenderun...