Langsung ke konten utama

6 Hal Yang Harus Kamu Tahu Tentang Teh Detoks Sebelum Mencoba Mengonsumsinya

Minum teh detoks telah menjadi lebih populer dari sebelumnya, khususnya di antara orang-orang yang ingin mendetoksifikasi tubuh mereka. Bahkan selebritis dan penggemar kebugaran merekomendasikan minuman ini karena banyak manfaat kesehatannya. 

Dr. Seema Khanna, konsultan ahli gizi mengatakan teh detoksifikasi bermanfaat untuk kesehatan, tetapi tidak diminum secara berlebihan. "Teh detoks membantu meningkatkan metabolisme, tetapi harus selalu dikonsumsi dalam jumlah terbatas dan setelah berkonsultasi dengan seorang ahli,” kata Seema seperti dilansir Times Of India.

Teh Detoks Baik untuk Kesehatan, tapi Harus Perhatikan 6 Hal Ini!

Seema menjelaskan bahwa ada beberapa hal yang harus diperhatikan dari minum teh detoksifikasi, terutama jika dikonsumsi terlalu banyak, apa saja? 

1. Natural tidak selalu berarti aman

Ya, teh detoks memurnikan darah dan memiliki manfaat kesehatan yang luar biasa, tetapi tidak semua teh detoks adalah sama. Semuanya berbeda dan cukup sulit untuk dibedakan. Beberapa teh detoks bahkan mengandung obat pencahar seperti senna. Hanya karena diberi label aman, tidak berarti aman untuk dikonsumsi. Sesuai ahli gizi, teh detoksifikasi siap minum mungkin mengandung beberapa bahan berbahaya dan karenanya harus disiapkan di rumah.

2. Ini dapat mengganggu pengobatan

Jika dikonsumsi berlebihan, teh detoks dapat mengganggu obat yang Anda pakai. Terutama ketika berbicara tentang obat-obatan untuk tiroid dan depresi. Teh detoks memiliki sifat pencahar (meningkatkan pergerakan usus) yang bisa menghentikan obat dari bekerja dan bisa sangat berbahaya.

3. Menipiskan darah

Penipisan darah adalah masalah besar lain yang mungkin dihadapi seseorang. Menenggak dua-tiga cangkir teh detoks dalam sehari dapat berbahaya bagi seseorang yang menderita masalah stroke atau masalah jantung. 

"Teh detoks mengandung zat pengencer darah. Karenanya harus dihindari oleh individu yang menderita anemia dan masalah yang berhubungan dengan jantung. Ini bisa berbahaya bagi mereka," jelas Dr. Seema.

4. Meningkatkan masalah tidur

Seperti teh lainnya, teh detoksifikasi juga mengandung sejumlah kafein dan asupan berlebihannya secara alami akan mengganggu siklus tidur. Anda harus meminumnya dalam jumlah sedang dan tidak melampaui tingkat asupan harian yang disarankan. Menurut Dr. Seema, kelebihannya dapat menyebabkan apnea tidur.

5. Gangguan pencernaan

Teh ini bertindak sebagai obat pencahar stimulan yang membantu meringankan sembelit, tetapi jika dikonsumsi berlebihan dapat menyebabkan diare. 

6. Tidak akan menurunkan berat badan

Terakhir, teh detoks tidak akan membantu Anda mengurangi berat badan. Teh detoksifikasi hanya melakukan perbaikan cepat dan membantu menurunkan berat air yang tidak menolong dalam jangka panjang. Jika Anda benar-benar ingin menurunkan berat badan, pilihlah opsi sehat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terkadang Orang Dewasa Memang Susah di Pahami Ada Saja Tingkahnya

Bagi anak-anak, bermain merupakan salah satu hal yang mengasyikkan. Banyak sekali arena permainan yang bisa dinikmati anak-anak, seperti seluncuran, baby swing, dan banyak permainan lainnya. Namun apa jadinya kalau arena bermain tersebut dilmainkan oleh orang dewasa? Tentu akan timbulkan banyak masalah, seperti terjebak pada arena permainan karena ukuran tubuh dan arena tidak sebanding. Hal itu benar adanya karena hingga sekarang masih banyak orang dewasa yang bermain di arena anak-anak. Mungkin saja para orang dewasa ingin nostagia, namun hal itu malah timbulkan masalah. Berikut potret orang dewasa yang justru terjebak di arena bermain anak-anak seperti di lansir dari Boredpanda, Senin (27/5/2019). 1. Terjebak di seluncuran Seluncuran menjadi permainan yang begitu menarik bagi anak-anak. Sensasi saat berseluncur menjadi alasan mengapa permainan ini seru. Namun jangan sesekali mencoba permainan tersebut ketika sudah dewasa seperti ...

Benarkah Sering Konsumsi Cabe Bubuk Menyebabkan Difteri?

Belakangan ini beredar pesan berantai yang mengingatkan bahwa mengonsumsi cabe bubuk yang kerap digunakan dalam jajanan seperti tahu crispy, kentang goreng, atau cilok bisa menyebabkan difteri akibat tercemar kencing tikus . Bahkan disebutkan difteri jadi Kejadian Luar Biasa (KLB) di Jakarta dengan korban ratusan jiwa. Dalam akun instagram resmi Dinas Kesehatan DKI telah ditegaskan bahwa berita tersebut adalah hoaks. Pihak Dinkes DKI meminta jika ada yang menerima informasi tersebut, sudah dipastikan hoaks dan tidak berasal dari Dinkes DKI. Senada dengan Dinkes DKI, ahli pencernaan dan dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof dr Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH, MMB menyebut berita KLB tersebut hoaks. "Tentang KLB Difteri hoaks. Berita cabe kering kena kotoran tikus juga Hoaks," kata dr Ari. Dr Ari juga menegaskan bahwa konsumsi cabe bubuk tidak akan menyebabkan difteri. Namun jika terlalu sering mengonsumsinya maka bisa menyebabkan diare pada orang yan...

Studi : Sarapan dengan Eskrim dapat Tingkatkan Kerja Otak?

Bagi Anda yang bingung sarapan dengan menu pagi di pagi ini, pernah terpikir menu es krim ? Peneliti asal Jepang mengungkapkan makan es krim di pagi hari berpengaruh terhadap kinerja otak dan kesehatan mental. Peneliti dari Kyorin University Tokyo melakukan studi terhadap efek sarapan dengan es krim. Rupanya, sarapan es krim mampu 'membangunkan' otak terutama saat dikonsumsi setelah bangun tidur. Otak akan kaget dan langsung bekerja aktif setelah gigitan pertama es krim masuk dalam mulutmu. Makanan dingin ini juga meningkatkan kapasitas mental seseorang. Jadi, mengonsumsi es krim setelah bangun tidur bisa meningkatkan kerja otak dan kesehatan mental. Peneliti juga melakukan beberapa percobaan untuk memberikan bukti tersebut. Mereka membagi kelompok objek penelitian ke dalam dua bagian. Satu kelompok partisipan diberi es krim setelah bangun di pagi hari. Sedangkan kelompok lainnya tidak diberi. Hasilnya, partisipan yang menyantap es krim saat bangun di pagi hari cenderun...