Langsung ke konten utama

Intip Yuk "Fashion Zaman Jadul yang Sempat Menjadi Tren di Kala Itu"

Salah satu aspek yang paling menarik untuk diamati dalam sejarah manusia adalah tren fesyen yang terus berubah selama bertahun-tahun.

Busana yang dianggap paling baru, gaya, dan trendi pada masa kini, suatu hari dapat ditertawakan dan diejek lantaran dinilai ketinggalan zaman.

Beberapa pakaian yang kita kenakan pada satu atau dua dekade lalu, akan tampak bagus pada kala itu, namun sekarang justru akan terlihat aneh bila dipakai.

Dunia mode diprediksi akan terus berkembang, tumbuh, serta berubah di tahun-tahun mendatang.
Tetapi tahukah Anda bahwa di era kuno, ada fesyen yang aneh namun justru laris manis di pasaran dan paling banyak diminati?

Berikut 5 mode yang dimaksud, seperti dikutip dari The Vintage, Senin (29/4/2019).

1. Gaun Arsenik

Gaun Era Victoria

Seperti yang diungkapkan oleh situs web The Hairpin, gaun arsenik era Victoria, yang umumnya berwarna hijau laut, dipandang sebagai busana yang amat elegan dan sangat mahal pada zamannya.

Meski kenyatannya, gaun ini sebenarnya dibuat dengan pewarna kain dari bahan arsenik, zat yang bisa membunuh manusia. Banyak wanita, yang mengenakan gaun ini, mengalami ruam di kulit dan bahkan muntah, serta ada pula beberapa penjahit yang meninggal karena terpapar arsenik secara berlebihan.

2. Sepatu Teratai
Sepatu Lotus
Wanita di Tiongkok juga secara historis menjadi sasaran tren mode berbahaya yang dijual dalam "bingkai" keanggunan dan kecantikan. Sepatu teratai adalah contohnya.

Alas kaki ini, yang dibuat dalam bentuk khas yang tidak menyerupai kaki alami manusia, hanya bisa dikenakan oleh perempuan yang tulang kakinya patah dan berkebutuhan khusus di masa mudanya. Akan tetapi, lantaran dianggap berbahaya bagi kaum Hawa, pada tahun 1912 peredaran sepatu itu resmi dilarang.

3. Codpiece
Codpiece
Codpiece adalah fesyen yang dikenakan khusus untuk pria, ditempatkan di pinggang untuk menutupi kemaluan lelaki, bentuknya pun disesuaikan dengan "kejantanan" si pemakai.
Biasanya dibuat dari kain, meskipun ada varian logam. Meski dianggap agak ketinggalan zaman dalam gaya dan desain, codpiece akhirnya ditarik dari mode.

4. Poulaine
Poulaine
Pria dari Abad Pertengahan juga tampil gaya. Bisa dilihat dari sepatu yang dikenakannya. Dikenal sebagai poulaineFashion Encyclopedia mengungkapkan bahwa sepatu ini diambil dari desain Polandia. Pada dasarnya sama seperti sepatu biasa, tetapi bagian jari kakinya memanjang lancip dan melebar.

Bahkan, semakin panjang jari kaki, semakin dihargai pula pemakainya. Si pemilik poulaine terkadang harus menjejali jari-jari kaki dengan material tertentu agar bisa berjalan layaknya orang normal saat memakainya.Ukuran adalah sesuatu yang benar-benar penting di abad-abad terakhir, sebab panjang ekstrem dari poulaine sangat populer.
Banyak pria dan wanita juga suka mengenakan bombats yang akan menambah volume pada area pakaian mereka, seperti di lengan dan bahu.

5. Pannier
Gaun Pannier
Pannier merupakan rok khusus wanita yang membuat gaun mengembang seperti balon besar di bawah pinggang. Sangat tidak praktis digunakan, desain ini sebenarnya dipandang sebagai simbol kekuasaan dan kepentingan dalam masyarakat, sehingga sangat diidamkan.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terkadang Orang Dewasa Memang Susah di Pahami Ada Saja Tingkahnya

Bagi anak-anak, bermain merupakan salah satu hal yang mengasyikkan. Banyak sekali arena permainan yang bisa dinikmati anak-anak, seperti seluncuran, baby swing, dan banyak permainan lainnya. Namun apa jadinya kalau arena bermain tersebut dilmainkan oleh orang dewasa? Tentu akan timbulkan banyak masalah, seperti terjebak pada arena permainan karena ukuran tubuh dan arena tidak sebanding. Hal itu benar adanya karena hingga sekarang masih banyak orang dewasa yang bermain di arena anak-anak. Mungkin saja para orang dewasa ingin nostagia, namun hal itu malah timbulkan masalah. Berikut potret orang dewasa yang justru terjebak di arena bermain anak-anak seperti di lansir dari Boredpanda, Senin (27/5/2019). 1. Terjebak di seluncuran Seluncuran menjadi permainan yang begitu menarik bagi anak-anak. Sensasi saat berseluncur menjadi alasan mengapa permainan ini seru. Namun jangan sesekali mencoba permainan tersebut ketika sudah dewasa seperti ...

Benarkah Sering Konsumsi Cabe Bubuk Menyebabkan Difteri?

Belakangan ini beredar pesan berantai yang mengingatkan bahwa mengonsumsi cabe bubuk yang kerap digunakan dalam jajanan seperti tahu crispy, kentang goreng, atau cilok bisa menyebabkan difteri akibat tercemar kencing tikus . Bahkan disebutkan difteri jadi Kejadian Luar Biasa (KLB) di Jakarta dengan korban ratusan jiwa. Dalam akun instagram resmi Dinas Kesehatan DKI telah ditegaskan bahwa berita tersebut adalah hoaks. Pihak Dinkes DKI meminta jika ada yang menerima informasi tersebut, sudah dipastikan hoaks dan tidak berasal dari Dinkes DKI. Senada dengan Dinkes DKI, ahli pencernaan dan dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof dr Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH, MMB menyebut berita KLB tersebut hoaks. "Tentang KLB Difteri hoaks. Berita cabe kering kena kotoran tikus juga Hoaks," kata dr Ari. Dr Ari juga menegaskan bahwa konsumsi cabe bubuk tidak akan menyebabkan difteri. Namun jika terlalu sering mengonsumsinya maka bisa menyebabkan diare pada orang yan...

Studi : Sarapan dengan Eskrim dapat Tingkatkan Kerja Otak?

Bagi Anda yang bingung sarapan dengan menu pagi di pagi ini, pernah terpikir menu es krim ? Peneliti asal Jepang mengungkapkan makan es krim di pagi hari berpengaruh terhadap kinerja otak dan kesehatan mental. Peneliti dari Kyorin University Tokyo melakukan studi terhadap efek sarapan dengan es krim. Rupanya, sarapan es krim mampu 'membangunkan' otak terutama saat dikonsumsi setelah bangun tidur. Otak akan kaget dan langsung bekerja aktif setelah gigitan pertama es krim masuk dalam mulutmu. Makanan dingin ini juga meningkatkan kapasitas mental seseorang. Jadi, mengonsumsi es krim setelah bangun tidur bisa meningkatkan kerja otak dan kesehatan mental. Peneliti juga melakukan beberapa percobaan untuk memberikan bukti tersebut. Mereka membagi kelompok objek penelitian ke dalam dua bagian. Satu kelompok partisipan diberi es krim setelah bangun di pagi hari. Sedangkan kelompok lainnya tidak diberi. Hasilnya, partisipan yang menyantap es krim saat bangun di pagi hari cenderun...