Langsung ke konten utama

Jawaban dari Pertanyaan "Kapan” dan Sejenisnya Saat Lebaran

"Kurusan ya?" "Gemukan ya?" "Kapan lulus nih?" "Kapan nikah?" dan masih banyak pertanyaan-pertanyaan menyebalkan lainnya yang akan mampir ke telinga dan dilontarkan oleh saudara saat momen lebaran tiba. Apa pun pilihan kata yang digunakan, kurang-kurangi untuk mengomentari atau mempertanyaan urusan pribadi seseorang ya Bela, apalagi mengomentari fisik orang, apalagi kalau tak terlalu dekat.
Perubahan fisik mereka, apa yang mereka lakukan dengan pilihan hidupnya, bukanlah urusan kita. Lalu, bagaimana kalau dalam kasus ini kamulah yang menjadi "korban" alias jadi pihak yang menerima pertanyaan-pertanyaan macam itu? Meski hatimu merasa kesal, paling tidak kamu tetap harus menjawab barang sepatah dua patah kata, kan? Kamu bisa gunakan alternatif jawaban di bawah ini!

Kapan nikah?

"Ma, tugas mama itu bukan mencemaskan tapi mendoakan. Jangan capek doain aku ya Ma, biar dapet yang terbaik."
"Eh tanya-tanya nikah, emang mau ngasih amplop berapa? mau sponsorin apa?"
"Iya ini masih kuliah lagi biar pinter cari suami."
“Bisa kapan aja asal om/tante siap cariin saya calon, bayarin WO + catering, sewa gedung, dll.”

Kapan lulus?

"Segala sesuatunya itu butuh waktu, termasuk kelulusan. Nanti semua juga bakal lulus kok, pada waktu yang tepat menurut Tuhan."
"Ya, setelah skripsi selesai. Makanya, bantuin aku supaya bisa cepet selesai dong."
"Tante udah coba kue nastarnya belum? Cobain kaastengels sama putri saljunya juga dong, tante. Enak banget lho buatan Mama."
"Ini juga lagi dikerjain kok skripsinya. Doain biar cepet kelar ya, biar nggak nanya doang alias ikut berkontribusi juga lewat doa."
“Lulus SMA? Kan udah lama. Wah ketinggalan berita banget nih kayanya."

Kok kurusan? / Kok gemukan?

"Alhamdulillah, biar baju-baju lama muat lagi dan makin disayang suami."
"Kan nikah sama bos, nggak boleh kurus-kurus."
"Ah masa sih? Ini cuma segeran doang, kali. Emang lagi bahagia sih aku sekarang, alhamdulillah barusan dapat promosi di kantor."

Sudah kerja? Di mana?

"Lagi sibuk nambah skill bahasa Inggris nih, doain segera dapet pekerjaan yang sesuai ya."
"Nanya mulu Tante, doain aja ya. Jangan lupa kalau ada lowongan di kantor om/tante kabarin ya."
"Belum kerja, lagi pacaran sama diri sendiri dulu sebelum jadi buruh gedung."
"Di perusahaan multinasional, tapi nanti tunggu panggilan interview-nya."
Sudah siap berlebaran, Bela? Selamat Hari Raya Idul Fitri ya, selamat bersilaturahmi dan semoga terhindar dari pertanyaan yang tidak diinginkan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terkadang Orang Dewasa Memang Susah di Pahami Ada Saja Tingkahnya

Bagi anak-anak, bermain merupakan salah satu hal yang mengasyikkan. Banyak sekali arena permainan yang bisa dinikmati anak-anak, seperti seluncuran, baby swing, dan banyak permainan lainnya. Namun apa jadinya kalau arena bermain tersebut dilmainkan oleh orang dewasa? Tentu akan timbulkan banyak masalah, seperti terjebak pada arena permainan karena ukuran tubuh dan arena tidak sebanding. Hal itu benar adanya karena hingga sekarang masih banyak orang dewasa yang bermain di arena anak-anak. Mungkin saja para orang dewasa ingin nostagia, namun hal itu malah timbulkan masalah. Berikut potret orang dewasa yang justru terjebak di arena bermain anak-anak seperti di lansir dari Boredpanda, Senin (27/5/2019). 1. Terjebak di seluncuran Seluncuran menjadi permainan yang begitu menarik bagi anak-anak. Sensasi saat berseluncur menjadi alasan mengapa permainan ini seru. Namun jangan sesekali mencoba permainan tersebut ketika sudah dewasa seperti ...

Benarkah Sering Konsumsi Cabe Bubuk Menyebabkan Difteri?

Belakangan ini beredar pesan berantai yang mengingatkan bahwa mengonsumsi cabe bubuk yang kerap digunakan dalam jajanan seperti tahu crispy, kentang goreng, atau cilok bisa menyebabkan difteri akibat tercemar kencing tikus . Bahkan disebutkan difteri jadi Kejadian Luar Biasa (KLB) di Jakarta dengan korban ratusan jiwa. Dalam akun instagram resmi Dinas Kesehatan DKI telah ditegaskan bahwa berita tersebut adalah hoaks. Pihak Dinkes DKI meminta jika ada yang menerima informasi tersebut, sudah dipastikan hoaks dan tidak berasal dari Dinkes DKI. Senada dengan Dinkes DKI, ahli pencernaan dan dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof dr Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH, MMB menyebut berita KLB tersebut hoaks. "Tentang KLB Difteri hoaks. Berita cabe kering kena kotoran tikus juga Hoaks," kata dr Ari. Dr Ari juga menegaskan bahwa konsumsi cabe bubuk tidak akan menyebabkan difteri. Namun jika terlalu sering mengonsumsinya maka bisa menyebabkan diare pada orang yan...

Studi : Sarapan dengan Eskrim dapat Tingkatkan Kerja Otak?

Bagi Anda yang bingung sarapan dengan menu pagi di pagi ini, pernah terpikir menu es krim ? Peneliti asal Jepang mengungkapkan makan es krim di pagi hari berpengaruh terhadap kinerja otak dan kesehatan mental. Peneliti dari Kyorin University Tokyo melakukan studi terhadap efek sarapan dengan es krim. Rupanya, sarapan es krim mampu 'membangunkan' otak terutama saat dikonsumsi setelah bangun tidur. Otak akan kaget dan langsung bekerja aktif setelah gigitan pertama es krim masuk dalam mulutmu. Makanan dingin ini juga meningkatkan kapasitas mental seseorang. Jadi, mengonsumsi es krim setelah bangun tidur bisa meningkatkan kerja otak dan kesehatan mental. Peneliti juga melakukan beberapa percobaan untuk memberikan bukti tersebut. Mereka membagi kelompok objek penelitian ke dalam dua bagian. Satu kelompok partisipan diberi es krim setelah bangun di pagi hari. Sedangkan kelompok lainnya tidak diberi. Hasilnya, partisipan yang menyantap es krim saat bangun di pagi hari cenderun...