Langsung ke konten utama

Jika Tidak Menginginkan Tidak Seharusnya Juga di Bunuh Karna Sesungguhnya Mereka Adalah Mailakat

Kekerasan terhadap anak dibawah umur kembali terjadi. Seorang pria diketahui tega memperkosa anaknya sendiri yang masih berusia delapan bulan.

Tak hanya itu, pelaku juga disebut membunuh bayinya sebelum akhirnya jasad sang bocah dibuang ke kolam di area pemakaman umum.

Kolase foto tersangka dan anaknya yang dibunuh secara keji

Pelaku diketahu bernama Cody Franciscovich yang berusia 25 tahun. Awalnya istri Cody menelpon polisi karena mengetahu suami dan anaknya menghilang bersama.

Polisi yang mendapat laporan tersebut langsung melakukan pencarian dan berhasil menemukan Cody dalam kondisi tanpa busana di sebuah motel. 

Berdasarkan penuturan Cody, polisi akhirnya juga menemukan sang bayi yang ternyata berada di sebuah kolam pemakaman umum. Sang bayi ditemukan dengan kondisi mengapung dan kepala menghadap ke bawah. Saat berusaha ditolong dan dibawa ke rumah sakit terdekat, bayi tersebut justru menghembuskan nafas terakhirnya.

Cody kemudian diinterogasi oleh polisi dan dirinya mengakui kalau membunuh bayinya sendiri sebelum dibuang ke kolam tersebut. Lebih sadisnya lagi, Cody mengaku memperkosa putrinya yang masih berusia delapan bulan tersebut sebelum membunuhnya.

Belum diketahui persis kenapa Cody melakukan hal keji tersebut kepada anaknya sendiri. Cody sendiri diketahui tinggal bersama istrinya selama beberapa bulan terakhir di motel. Kedua anak Cody yang lainnya disebut dititipkan kepada anggota keluarga yang lainnya.

Kini Cody harus bersiap untuk menghadapi persidangan terkait tindakan kejinya.
Pria tersebut terancam hukuman atas tuduhan pembunuhan dan juga kejahatan sexual tahap satu.

Jika semua bukti dan saksi mampu membuktikan kesalahan Cody atas kasus in, maka pelaku akan terancam hukuman penjara seumur hidup.

Sementara itu, Istri Cody dan keluarganya yang lain sedang mempersiapkan pemakaman untuk sang bayi. Di pemakaman tersebut nantinya para pelayat diwajibkan memakai pakaian berwarna merah untuk menghormati mendiang sang bayi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terkadang Orang Dewasa Memang Susah di Pahami Ada Saja Tingkahnya

Bagi anak-anak, bermain merupakan salah satu hal yang mengasyikkan. Banyak sekali arena permainan yang bisa dinikmati anak-anak, seperti seluncuran, baby swing, dan banyak permainan lainnya. Namun apa jadinya kalau arena bermain tersebut dilmainkan oleh orang dewasa? Tentu akan timbulkan banyak masalah, seperti terjebak pada arena permainan karena ukuran tubuh dan arena tidak sebanding. Hal itu benar adanya karena hingga sekarang masih banyak orang dewasa yang bermain di arena anak-anak. Mungkin saja para orang dewasa ingin nostagia, namun hal itu malah timbulkan masalah. Berikut potret orang dewasa yang justru terjebak di arena bermain anak-anak seperti di lansir dari Boredpanda, Senin (27/5/2019). 1. Terjebak di seluncuran Seluncuran menjadi permainan yang begitu menarik bagi anak-anak. Sensasi saat berseluncur menjadi alasan mengapa permainan ini seru. Namun jangan sesekali mencoba permainan tersebut ketika sudah dewasa seperti ...

Benarkah Sering Konsumsi Cabe Bubuk Menyebabkan Difteri?

Belakangan ini beredar pesan berantai yang mengingatkan bahwa mengonsumsi cabe bubuk yang kerap digunakan dalam jajanan seperti tahu crispy, kentang goreng, atau cilok bisa menyebabkan difteri akibat tercemar kencing tikus . Bahkan disebutkan difteri jadi Kejadian Luar Biasa (KLB) di Jakarta dengan korban ratusan jiwa. Dalam akun instagram resmi Dinas Kesehatan DKI telah ditegaskan bahwa berita tersebut adalah hoaks. Pihak Dinkes DKI meminta jika ada yang menerima informasi tersebut, sudah dipastikan hoaks dan tidak berasal dari Dinkes DKI. Senada dengan Dinkes DKI, ahli pencernaan dan dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof dr Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH, MMB menyebut berita KLB tersebut hoaks. "Tentang KLB Difteri hoaks. Berita cabe kering kena kotoran tikus juga Hoaks," kata dr Ari. Dr Ari juga menegaskan bahwa konsumsi cabe bubuk tidak akan menyebabkan difteri. Namun jika terlalu sering mengonsumsinya maka bisa menyebabkan diare pada orang yan...

Studi : Sarapan dengan Eskrim dapat Tingkatkan Kerja Otak?

Bagi Anda yang bingung sarapan dengan menu pagi di pagi ini, pernah terpikir menu es krim ? Peneliti asal Jepang mengungkapkan makan es krim di pagi hari berpengaruh terhadap kinerja otak dan kesehatan mental. Peneliti dari Kyorin University Tokyo melakukan studi terhadap efek sarapan dengan es krim. Rupanya, sarapan es krim mampu 'membangunkan' otak terutama saat dikonsumsi setelah bangun tidur. Otak akan kaget dan langsung bekerja aktif setelah gigitan pertama es krim masuk dalam mulutmu. Makanan dingin ini juga meningkatkan kapasitas mental seseorang. Jadi, mengonsumsi es krim setelah bangun tidur bisa meningkatkan kerja otak dan kesehatan mental. Peneliti juga melakukan beberapa percobaan untuk memberikan bukti tersebut. Mereka membagi kelompok objek penelitian ke dalam dua bagian. Satu kelompok partisipan diberi es krim setelah bangun di pagi hari. Sedangkan kelompok lainnya tidak diberi. Hasilnya, partisipan yang menyantap es krim saat bangun di pagi hari cenderun...