Langsung ke konten utama

Kolombia Vs Chile: Alexis cs Maju ke Semifinal Lewat Adu Penalti


Sao Paulo Misi Chile mempertahankan gelar copa america 2019 untuk kedua kali beruntun berlanjut. Chile ke semifinal usai menyingkirkan Kolombia lewat adu penalti 5-4.

Melakoni laga perempatfinal di Arena Corinthians, Sabtu (28/6/2019) pagi WIB, duel Kolombia vs Chile berkesudahan 0-0 di waktu normal. Laga melibatkan dua kali pemeriksaan VAR yang semuanya menganulir gol-gol dari Chile.

Di adu penalti, empat penembak dari Kolombia dan Chile sama-sama sukses melakukan tugasnya. Momen menentukan terjadi ketika penembak kelima Los Cafeteros, William Tesillo, gagal setelah bola sepakannya melebar. 
Kelolosan Chile ditentukan oleh Alexiz Sanchez setelah berhasil menaklukkan penjagaan David Ospina.

Dengan hasil ini, La Roja kini menunggu lawan di semifinal, yaitu pemenang antara Uruguay vs Peru, yang akan dilangsungkan Minggu (30/6) dinihari WIB.
Kolombia mendominasi permainan di menit-menit awal. Namun, Chile yang berhasil menciptakan peluang berbahaya lebih daulu setelah sundulan Charles Aranguiz membuat David Ospina melakukan penyelamatan gemilang di menit ke-13.

Hanya dua menit kemudian, Chile mengirim bola ke gawang Kolombia dari sontekan Aranguiz yang memanfaatkan kegagalan Ospina melakukan tangkapan. Akan tetapi, VAR membatalkan gol tersebut karena Alexis Sanchez dalam posisi offside saat membangun serangan itu. Skor tetap 0-0.

Kolombia masih kesulitan menciptakan peluang bersih ke gawang Chile. Sedangkan Chile mengancam lagi di lima menit terakhir babak pertama saat tembakan melengkung Arturo Vidal melebar tipis. Kedudukan babak pertama masih 'kacamata'.

Setelah restart, Kolombia menciptakan peluang lewat set-piece. Tembakan bebas james Rodriguez mengecoh Gabriel Arias, tapi bola sepakannya belum menemui sasaran.

Di menit ke-72, Chile menembus jala gawang Kolombia lagi. Tembakan voli Vidal dari dalam kotak penalti tak mampu dibendung Ospina. Namun, lagi-lagi gol itu dianulir usai wasit memeriksa dengan VAR. 
Dari rekaman video diperlihatkan bahwa Guillermo Maripan melakukan handball sebelum penyelesaian Vidal. Skor masih 0-0.

Pertandingan terus intens hingga 10 menit terakhir. Kesalahan Davinson Sanchez membuat Vargas bisa menguasai bola untuk diteruskan dengan tembakan cukilan yang bisa digagalkan.
Di menit ke-88, Chile mengklaim penalti setelah Vargas dilanggar. Tapi ditolak wasit.

Pertandingan memasuki empat menit injury time. Akan tetapi, di sisa waktu tambahan tidak ada gol yang terjadi sehingga laga diakiri dengan skor 0-0 untuk ditentukan di adu penalti.

Susunan Pemain

KOLOMBIA: Ospina, Medina, Tesillo, Mina, Davinson Sanchez, Cuadrado, James Rodriguez, Uribe (Cardona 67'), Barrios, Falcao (Zapata 77'), Roger Martinez (Diaz 81')

CHILE: Arias, Isla, Medel, Maripan, Vidal, Fuenzalida (Pavez 75'), Aranguiz, Beausejour, Pulgar, Alexis Sanchez, Vargas

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terkadang Orang Dewasa Memang Susah di Pahami Ada Saja Tingkahnya

Bagi anak-anak, bermain merupakan salah satu hal yang mengasyikkan. Banyak sekali arena permainan yang bisa dinikmati anak-anak, seperti seluncuran, baby swing, dan banyak permainan lainnya. Namun apa jadinya kalau arena bermain tersebut dilmainkan oleh orang dewasa? Tentu akan timbulkan banyak masalah, seperti terjebak pada arena permainan karena ukuran tubuh dan arena tidak sebanding. Hal itu benar adanya karena hingga sekarang masih banyak orang dewasa yang bermain di arena anak-anak. Mungkin saja para orang dewasa ingin nostagia, namun hal itu malah timbulkan masalah. Berikut potret orang dewasa yang justru terjebak di arena bermain anak-anak seperti di lansir dari Boredpanda, Senin (27/5/2019). 1. Terjebak di seluncuran Seluncuran menjadi permainan yang begitu menarik bagi anak-anak. Sensasi saat berseluncur menjadi alasan mengapa permainan ini seru. Namun jangan sesekali mencoba permainan tersebut ketika sudah dewasa seperti ...

Benarkah Sering Konsumsi Cabe Bubuk Menyebabkan Difteri?

Belakangan ini beredar pesan berantai yang mengingatkan bahwa mengonsumsi cabe bubuk yang kerap digunakan dalam jajanan seperti tahu crispy, kentang goreng, atau cilok bisa menyebabkan difteri akibat tercemar kencing tikus . Bahkan disebutkan difteri jadi Kejadian Luar Biasa (KLB) di Jakarta dengan korban ratusan jiwa. Dalam akun instagram resmi Dinas Kesehatan DKI telah ditegaskan bahwa berita tersebut adalah hoaks. Pihak Dinkes DKI meminta jika ada yang menerima informasi tersebut, sudah dipastikan hoaks dan tidak berasal dari Dinkes DKI. Senada dengan Dinkes DKI, ahli pencernaan dan dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof dr Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH, MMB menyebut berita KLB tersebut hoaks. "Tentang KLB Difteri hoaks. Berita cabe kering kena kotoran tikus juga Hoaks," kata dr Ari. Dr Ari juga menegaskan bahwa konsumsi cabe bubuk tidak akan menyebabkan difteri. Namun jika terlalu sering mengonsumsinya maka bisa menyebabkan diare pada orang yan...

Studi : Sarapan dengan Eskrim dapat Tingkatkan Kerja Otak?

Bagi Anda yang bingung sarapan dengan menu pagi di pagi ini, pernah terpikir menu es krim ? Peneliti asal Jepang mengungkapkan makan es krim di pagi hari berpengaruh terhadap kinerja otak dan kesehatan mental. Peneliti dari Kyorin University Tokyo melakukan studi terhadap efek sarapan dengan es krim. Rupanya, sarapan es krim mampu 'membangunkan' otak terutama saat dikonsumsi setelah bangun tidur. Otak akan kaget dan langsung bekerja aktif setelah gigitan pertama es krim masuk dalam mulutmu. Makanan dingin ini juga meningkatkan kapasitas mental seseorang. Jadi, mengonsumsi es krim setelah bangun tidur bisa meningkatkan kerja otak dan kesehatan mental. Peneliti juga melakukan beberapa percobaan untuk memberikan bukti tersebut. Mereka membagi kelompok objek penelitian ke dalam dua bagian. Satu kelompok partisipan diberi es krim setelah bangun di pagi hari. Sedangkan kelompok lainnya tidak diberi. Hasilnya, partisipan yang menyantap es krim saat bangun di pagi hari cenderun...