Langsung ke konten utama

Malas Mandi, Pria Ini Ciptakan Alat Pencuci Rambut Otomatis

Alat cuci rambut otomatis
Alat cuci rambut otomatis
Kadang ketika liburan, sering kali kita malas mandi. Meski matahari sudah mengarah ke ufuk barat, rasanya bergerak ke kamar mandi pun tetap merasa enggan. Kasur terlalu nikmat untuk ditinggalkan.
Ditambah lagi jika harus mencuci rambut dan itu akan memakan waktu lebih lama lagi di kamar mandi. Nah, bagaimana jika Anda harus beraktivitas tapi punya kebiasaan malas mandi?
Pria asal China ini menemukan jawabannya. Dia membuat alat khusus mencuci rambut otomatis dan dipamerkannya di Weibo. Pria dengan nama pengguna Handyman ini menunjukan bagaimana cara alat ciptaannya bekerja.
Setelah tiduran di atas alat tersebut, pria berambut gondrong ini menjepit hidungnya dengan jepitan jemuran. Selanjutnya, ia menempelkan pipa plastik ke dalam mulutnya agar bisa bernapas.
Setelah itu, mesin pencuci rambut ini akan berputar 90 derajat sehingga kepala si pria akan masuk ke tempat pencucian yang terbuat dari tangki transparan. Jadi tubuh pria tersebut tergantung secara terbalik.
Agar tidak terjungkal, terdapat penyangga di bahu dan kaki sehingga tubuhnya tetap menempel pada alat itu. Selanjutnya pria ini pun menyalakan mesin. Tangki transparan itu pun mulai terisi oleh air dan proses mencuci rambut dimulai.
Turbin di bawah tangki pun berputar seperti sistem pada mesin cuci. Setelah selesai, pria tersebut dapat mengeringkan rambut dengan alat itu juga. Unik bukan? Berikut videonya dilansir dari smart.gram di Instagram. (LUV)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terkadang Orang Dewasa Memang Susah di Pahami Ada Saja Tingkahnya

Bagi anak-anak, bermain merupakan salah satu hal yang mengasyikkan. Banyak sekali arena permainan yang bisa dinikmati anak-anak, seperti seluncuran, baby swing, dan banyak permainan lainnya. Namun apa jadinya kalau arena bermain tersebut dilmainkan oleh orang dewasa? Tentu akan timbulkan banyak masalah, seperti terjebak pada arena permainan karena ukuran tubuh dan arena tidak sebanding. Hal itu benar adanya karena hingga sekarang masih banyak orang dewasa yang bermain di arena anak-anak. Mungkin saja para orang dewasa ingin nostagia, namun hal itu malah timbulkan masalah. Berikut potret orang dewasa yang justru terjebak di arena bermain anak-anak seperti di lansir dari Boredpanda, Senin (27/5/2019). 1. Terjebak di seluncuran Seluncuran menjadi permainan yang begitu menarik bagi anak-anak. Sensasi saat berseluncur menjadi alasan mengapa permainan ini seru. Namun jangan sesekali mencoba permainan tersebut ketika sudah dewasa seperti ...

Yuk di Simak 5 Fakta Unik Mobil Dari yang Ada 30Ribu Bagian Mobil Hingga Kapan Pertama Kali Tabrakan Mobli Terjadi

Pengetahuan soal  mobil  tidak melulu berkaitan dengan teknis. Hal-hal menarik seperti  fakta unik , malah sering jadi bahasan menarik. Seperti 5 Fakta unik tentang mobil, yang bikin kamut terlihat cerdas ini. 1. Parkir Mobil Seperti dilansir  CarBuzz , 95 persen kehidupan mobil adalah di tempat parkir, lho. Meskipun kita sering terjebak di tengah kemacetan, mobil lebih banyak menghabiskan waktunya dengan terparkir. 2. Penemu Cruise Control Ternyata Tunanetra Faktanya, penemu fitur cruise control yang jamak ditemui di mobil-mobil keluaran terbaru, adalah seorang tunanetra bernama Ralph Teetor. Pria asal Amerika Serikat itu mengalami tunanetra sejak usia 5 tahun. Penemuan Ralph bermula ketika ia sedang bepergian bersama pengacara pribadinya. Lulusan teknik mesin di University of Pennsylvania ini merasa terganggu ketika mobil berjalan dalam kecepatan yang tidak stabil, dan dari situlah ia menciptakan perangkat kontrol kecepatan yang ktia kenal dengan ...

Benarkah Sering Konsumsi Cabe Bubuk Menyebabkan Difteri?

Belakangan ini beredar pesan berantai yang mengingatkan bahwa mengonsumsi cabe bubuk yang kerap digunakan dalam jajanan seperti tahu crispy, kentang goreng, atau cilok bisa menyebabkan difteri akibat tercemar kencing tikus . Bahkan disebutkan difteri jadi Kejadian Luar Biasa (KLB) di Jakarta dengan korban ratusan jiwa. Dalam akun instagram resmi Dinas Kesehatan DKI telah ditegaskan bahwa berita tersebut adalah hoaks. Pihak Dinkes DKI meminta jika ada yang menerima informasi tersebut, sudah dipastikan hoaks dan tidak berasal dari Dinkes DKI. Senada dengan Dinkes DKI, ahli pencernaan dan dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof dr Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH, MMB menyebut berita KLB tersebut hoaks. "Tentang KLB Difteri hoaks. Berita cabe kering kena kotoran tikus juga Hoaks," kata dr Ari. Dr Ari juga menegaskan bahwa konsumsi cabe bubuk tidak akan menyebabkan difteri. Namun jika terlalu sering mengonsumsinya maka bisa menyebabkan diare pada orang yan...