Langsung ke konten utama

Terekam Google Maps, Pemotor Ini Alami Nasib Apes karena Main HP

foto: Instagram/@_infocegatansolo
Berkendara memerlukan konsentrasi yang penuh sepanjang jalan. Distraksi seperti mengoperasikan HP bisa berakibat kecelakaan fatal yang tidak diinginkan siapa pun.
Sayangnya, kebiasaan buruk ini sudah jadi hal lazim di masyarakat. Di jalanan, kamu pasti sering mengamati pengendara sepeda motor yang menatap layar HP. Alasan seperti mencari alamat lewat aplikasi peta digital sering jadi alasan utama.
Kocaknya, peta digital seperti Google Maps pernah menangkap kelakuan buruk pengendara ini.
Dikutip dari akun Instagram@_Infocegatansolo, Minggu (16/6) seorang pemotor menggunakan sepeda motor matic biru tampak tidak berkonsentrasi di Jl. Raya Karangkates-Kepanjen, Malang, Jawa Timur.
Selama beberapa saat, cowok satu ini tetap memainkan HP di tangan kirinya.
foto: Instagram/@_infocegatansolo
Posisinya juga sangat dekat dengan pinggiran jalan. Berbahaya, pinggiran jalan tersebut penuh dengan pasir yang bisa bikin selip kendaraan. Karena terlalu meleng ke kiri, pengendara tersebut tak bisa mengendalikan kendaraannya. Akhirnya, pemotor tersebut harus terjungkal di jalan. Untungnya, pemotor tersebut memakai helm yang melindungi kepala.
foto: Instagram/@_infocegatansolo
Walaupun terjatuh, tampak pemotor tersebut tetap menyelamatkan HPnya. Tangan kirinya tetap memegang erat alat komunikasi tersebut. Jangan ditiru ya, Sobat Brilio. Kelakuan buruk ini sangat membahayakan ketika di jalanan.
Banyak warganet yang ikut mengomentari aksi tidak terpuji ini.
"Pengen ketawa takut dosa. Wkwkwk. Menjengkelkan sekali emang pengendara seperti ini," ujar akun Instagram @renicahyawening.
"Paling arep kencan (Mungkjn mau kencan dianya)," ujar akun Instagram @anisusihati.
"Sakitkah….?????," tanya akun Instagram @anisahtono.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terkadang Orang Dewasa Memang Susah di Pahami Ada Saja Tingkahnya

Bagi anak-anak, bermain merupakan salah satu hal yang mengasyikkan. Banyak sekali arena permainan yang bisa dinikmati anak-anak, seperti seluncuran, baby swing, dan banyak permainan lainnya. Namun apa jadinya kalau arena bermain tersebut dilmainkan oleh orang dewasa? Tentu akan timbulkan banyak masalah, seperti terjebak pada arena permainan karena ukuran tubuh dan arena tidak sebanding. Hal itu benar adanya karena hingga sekarang masih banyak orang dewasa yang bermain di arena anak-anak. Mungkin saja para orang dewasa ingin nostagia, namun hal itu malah timbulkan masalah. Berikut potret orang dewasa yang justru terjebak di arena bermain anak-anak seperti di lansir dari Boredpanda, Senin (27/5/2019). 1. Terjebak di seluncuran Seluncuran menjadi permainan yang begitu menarik bagi anak-anak. Sensasi saat berseluncur menjadi alasan mengapa permainan ini seru. Namun jangan sesekali mencoba permainan tersebut ketika sudah dewasa seperti ...

Yuk di Simak 5 Fakta Unik Mobil Dari yang Ada 30Ribu Bagian Mobil Hingga Kapan Pertama Kali Tabrakan Mobli Terjadi

Pengetahuan soal  mobil  tidak melulu berkaitan dengan teknis. Hal-hal menarik seperti  fakta unik , malah sering jadi bahasan menarik. Seperti 5 Fakta unik tentang mobil, yang bikin kamut terlihat cerdas ini. 1. Parkir Mobil Seperti dilansir  CarBuzz , 95 persen kehidupan mobil adalah di tempat parkir, lho. Meskipun kita sering terjebak di tengah kemacetan, mobil lebih banyak menghabiskan waktunya dengan terparkir. 2. Penemu Cruise Control Ternyata Tunanetra Faktanya, penemu fitur cruise control yang jamak ditemui di mobil-mobil keluaran terbaru, adalah seorang tunanetra bernama Ralph Teetor. Pria asal Amerika Serikat itu mengalami tunanetra sejak usia 5 tahun. Penemuan Ralph bermula ketika ia sedang bepergian bersama pengacara pribadinya. Lulusan teknik mesin di University of Pennsylvania ini merasa terganggu ketika mobil berjalan dalam kecepatan yang tidak stabil, dan dari situlah ia menciptakan perangkat kontrol kecepatan yang ktia kenal dengan ...

Benarkah Sering Konsumsi Cabe Bubuk Menyebabkan Difteri?

Belakangan ini beredar pesan berantai yang mengingatkan bahwa mengonsumsi cabe bubuk yang kerap digunakan dalam jajanan seperti tahu crispy, kentang goreng, atau cilok bisa menyebabkan difteri akibat tercemar kencing tikus . Bahkan disebutkan difteri jadi Kejadian Luar Biasa (KLB) di Jakarta dengan korban ratusan jiwa. Dalam akun instagram resmi Dinas Kesehatan DKI telah ditegaskan bahwa berita tersebut adalah hoaks. Pihak Dinkes DKI meminta jika ada yang menerima informasi tersebut, sudah dipastikan hoaks dan tidak berasal dari Dinkes DKI. Senada dengan Dinkes DKI, ahli pencernaan dan dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof dr Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH, MMB menyebut berita KLB tersebut hoaks. "Tentang KLB Difteri hoaks. Berita cabe kering kena kotoran tikus juga Hoaks," kata dr Ari. Dr Ari juga menegaskan bahwa konsumsi cabe bubuk tidak akan menyebabkan difteri. Namun jika terlalu sering mengonsumsinya maka bisa menyebabkan diare pada orang yan...