Langsung ke konten utama

Viral! Dikira Ikan Pari ini Meninggal saat Sedang Hamil Ternyata Saat di Belah isi Perut nya Mencengangkan

Seperti yang kita ketahui kebersihan itu penting, tidak hanya untuk diri sendiri tapi juga untuk lingkungan sekitar. Tapi jika kita juga tidak peduli, apa jadinya ekosistem di bumi? Sampah berserakan dimana-mana yang akhirnya menyebabkan bumi makin tak stabil dan kehidupan para hewan ternganggu.

Kita harusnya lebih memliki kesadaran diri atas bumi ini, agar tidak terjadi hal yang tidak di inginkan. Seperti penemuan bangkai ikan pari ini, bukan bangkai nya tapi isi perut nya yang membuat kita harus lebih sadar akan kebersihan dan tidak sesuka hati dalam membuang sampah.

Berikut ialah beberapa foto yang berhasil kita dapat dari apa yang terdapat dalam perut ikan pari tersebut,:

Hasil gambar untuk viral bangkai ikan pari


Hasil gambar untuk viral bangkai ikan pari

Gambar terkait 

Gambar terkait

Hasil gambar untuk viral bangkai ikan pari

Setelah dibedah, sungguh mengejutkan isi dalam perut nya , awalnya di kira ikan pari ini tengah hamil karna perut nya yang menggembung. Tapi ternyata isinya adalah sampah, dari botol, buku, plastik sampai kamera ditemukan di dalam perut ikan pari ini. 

Apakah dengan ini kita masih tidak mau sadar akan dampak yang disebabkan dari apa yang kita perbuat? Kita hidup butuh mereka tapi jika tidak berusaha menjaga tempat mereka tinggal, mereka akan punah, punah karna diburu dan punah karna makin hancurnya ekosistem tempat mereka tinggal.

Fakta yang Bikin Miris

World Economic Forum pernah mengutip data sampah di lautan. Ada lebih dari 150 juta ton plastik di lautan planet ini. Tiap tahun, 8 ton plastik mengalir ke lautan. Plastik yang susah untuk terurai menjadi terakumulasi terus dan terus di laut hingga bisa mencapai ratusan tahun.

Bahkan setelah di teliti pada tahun 2015, bahwa populasi hewan laut dengan sampah ialah 1:3 yang artinya populasi hewan laut makin menurun tapi jumlah sampah makin banyak di dalam laut. Seperti yang di bahas di Konferensi Laut PBB pada 2017 silam, itu dikarenakan sampah-sampah itu telah membahayakan lebih dari 800 spesias di laut. Dari 800 spesias terbagi menjadi mamalia laut, burung laut, kura-kura laut, dan ikan-ikan yang tak lagi terhitung jumlahnya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terkadang Orang Dewasa Memang Susah di Pahami Ada Saja Tingkahnya

Bagi anak-anak, bermain merupakan salah satu hal yang mengasyikkan. Banyak sekali arena permainan yang bisa dinikmati anak-anak, seperti seluncuran, baby swing, dan banyak permainan lainnya. Namun apa jadinya kalau arena bermain tersebut dilmainkan oleh orang dewasa? Tentu akan timbulkan banyak masalah, seperti terjebak pada arena permainan karena ukuran tubuh dan arena tidak sebanding. Hal itu benar adanya karena hingga sekarang masih banyak orang dewasa yang bermain di arena anak-anak. Mungkin saja para orang dewasa ingin nostagia, namun hal itu malah timbulkan masalah. Berikut potret orang dewasa yang justru terjebak di arena bermain anak-anak seperti di lansir dari Boredpanda, Senin (27/5/2019). 1. Terjebak di seluncuran Seluncuran menjadi permainan yang begitu menarik bagi anak-anak. Sensasi saat berseluncur menjadi alasan mengapa permainan ini seru. Namun jangan sesekali mencoba permainan tersebut ketika sudah dewasa seperti ...

Yuk di Simak 5 Fakta Unik Mobil Dari yang Ada 30Ribu Bagian Mobil Hingga Kapan Pertama Kali Tabrakan Mobli Terjadi

Pengetahuan soal  mobil  tidak melulu berkaitan dengan teknis. Hal-hal menarik seperti  fakta unik , malah sering jadi bahasan menarik. Seperti 5 Fakta unik tentang mobil, yang bikin kamut terlihat cerdas ini. 1. Parkir Mobil Seperti dilansir  CarBuzz , 95 persen kehidupan mobil adalah di tempat parkir, lho. Meskipun kita sering terjebak di tengah kemacetan, mobil lebih banyak menghabiskan waktunya dengan terparkir. 2. Penemu Cruise Control Ternyata Tunanetra Faktanya, penemu fitur cruise control yang jamak ditemui di mobil-mobil keluaran terbaru, adalah seorang tunanetra bernama Ralph Teetor. Pria asal Amerika Serikat itu mengalami tunanetra sejak usia 5 tahun. Penemuan Ralph bermula ketika ia sedang bepergian bersama pengacara pribadinya. Lulusan teknik mesin di University of Pennsylvania ini merasa terganggu ketika mobil berjalan dalam kecepatan yang tidak stabil, dan dari situlah ia menciptakan perangkat kontrol kecepatan yang ktia kenal dengan ...

Benarkah Sering Konsumsi Cabe Bubuk Menyebabkan Difteri?

Belakangan ini beredar pesan berantai yang mengingatkan bahwa mengonsumsi cabe bubuk yang kerap digunakan dalam jajanan seperti tahu crispy, kentang goreng, atau cilok bisa menyebabkan difteri akibat tercemar kencing tikus . Bahkan disebutkan difteri jadi Kejadian Luar Biasa (KLB) di Jakarta dengan korban ratusan jiwa. Dalam akun instagram resmi Dinas Kesehatan DKI telah ditegaskan bahwa berita tersebut adalah hoaks. Pihak Dinkes DKI meminta jika ada yang menerima informasi tersebut, sudah dipastikan hoaks dan tidak berasal dari Dinkes DKI. Senada dengan Dinkes DKI, ahli pencernaan dan dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof dr Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH, MMB menyebut berita KLB tersebut hoaks. "Tentang KLB Difteri hoaks. Berita cabe kering kena kotoran tikus juga Hoaks," kata dr Ari. Dr Ari juga menegaskan bahwa konsumsi cabe bubuk tidak akan menyebabkan difteri. Namun jika terlalu sering mengonsumsinya maka bisa menyebabkan diare pada orang yan...