Langsung ke konten utama

Warga Desa Mevagissey Tulis Pesan Menyentuh di Atas Pasir Pantai

Inggris - Tinggal di desa kecil tanpa ada dokter membuat wrga desa Mevagissey di pinggiran Inggris jadi was-was. Tanpa ada dokter artinya bila dalam kondisi buruk ataupun pada saat warga membutuhkan pertolongan mereka tidak tahu akan meminta bantuan pada siapa, yang bakal menyebabkan keadaan makin memburuk.

Karna itu para warga di Mevagissey sampai menulis di tepi pantai agar ada dokter yang menetap di daerah mereka. Sejujurnya ada dokter yang menetap disana sebelumnya tetapi karna waktu kontraknya yang habis dan belum ada penggantinya membuat mereka khawatir tidak ada lagi dokter yang datang menetap, apalagi dengan lokasi desa mereka yang terletak di ujung teluk.

Warga desa nelayan di Inggris memohon agar ada dokter yang menetap di tempat mereka. Foto: BBC

Banyak warga yang bertanya kepada dokter yang bertugas kenapa mereka tidak mau menetap ataupun memperpanjang kembali masa kontrak mereka. Seperti yang kita ketahui jarang ada dokter yang betah jika ditugaskan di pedesaan, karna itulah juga mereka lebih memilih kembali ke kota daripada memperpanjang masa kontrak mereka.

Karna sebab itu warga Mevagissey sangat membutuhkan dokter di daerah mereka , apalagi untuk para lansia yang tidak memiliki kendaraan untuk pergi ke kota. Jika terjadi sesuatu yang buruk jelas mereka membutuhkan pertolongan pertama. Karna itu pentingnya membutuhkan pelayanan kesehatan dimanapun , di daerah terpencil sekalipun untuk menghindari terjadinya hal tidak diinginkan.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terkadang Orang Dewasa Memang Susah di Pahami Ada Saja Tingkahnya

Bagi anak-anak, bermain merupakan salah satu hal yang mengasyikkan. Banyak sekali arena permainan yang bisa dinikmati anak-anak, seperti seluncuran, baby swing, dan banyak permainan lainnya. Namun apa jadinya kalau arena bermain tersebut dilmainkan oleh orang dewasa? Tentu akan timbulkan banyak masalah, seperti terjebak pada arena permainan karena ukuran tubuh dan arena tidak sebanding. Hal itu benar adanya karena hingga sekarang masih banyak orang dewasa yang bermain di arena anak-anak. Mungkin saja para orang dewasa ingin nostagia, namun hal itu malah timbulkan masalah. Berikut potret orang dewasa yang justru terjebak di arena bermain anak-anak seperti di lansir dari Boredpanda, Senin (27/5/2019). 1. Terjebak di seluncuran Seluncuran menjadi permainan yang begitu menarik bagi anak-anak. Sensasi saat berseluncur menjadi alasan mengapa permainan ini seru. Namun jangan sesekali mencoba permainan tersebut ketika sudah dewasa seperti ...

Yuk di Simak 5 Fakta Unik Mobil Dari yang Ada 30Ribu Bagian Mobil Hingga Kapan Pertama Kali Tabrakan Mobli Terjadi

Pengetahuan soal  mobil  tidak melulu berkaitan dengan teknis. Hal-hal menarik seperti  fakta unik , malah sering jadi bahasan menarik. Seperti 5 Fakta unik tentang mobil, yang bikin kamut terlihat cerdas ini. 1. Parkir Mobil Seperti dilansir  CarBuzz , 95 persen kehidupan mobil adalah di tempat parkir, lho. Meskipun kita sering terjebak di tengah kemacetan, mobil lebih banyak menghabiskan waktunya dengan terparkir. 2. Penemu Cruise Control Ternyata Tunanetra Faktanya, penemu fitur cruise control yang jamak ditemui di mobil-mobil keluaran terbaru, adalah seorang tunanetra bernama Ralph Teetor. Pria asal Amerika Serikat itu mengalami tunanetra sejak usia 5 tahun. Penemuan Ralph bermula ketika ia sedang bepergian bersama pengacara pribadinya. Lulusan teknik mesin di University of Pennsylvania ini merasa terganggu ketika mobil berjalan dalam kecepatan yang tidak stabil, dan dari situlah ia menciptakan perangkat kontrol kecepatan yang ktia kenal dengan ...

Benarkah Sering Konsumsi Cabe Bubuk Menyebabkan Difteri?

Belakangan ini beredar pesan berantai yang mengingatkan bahwa mengonsumsi cabe bubuk yang kerap digunakan dalam jajanan seperti tahu crispy, kentang goreng, atau cilok bisa menyebabkan difteri akibat tercemar kencing tikus . Bahkan disebutkan difteri jadi Kejadian Luar Biasa (KLB) di Jakarta dengan korban ratusan jiwa. Dalam akun instagram resmi Dinas Kesehatan DKI telah ditegaskan bahwa berita tersebut adalah hoaks. Pihak Dinkes DKI meminta jika ada yang menerima informasi tersebut, sudah dipastikan hoaks dan tidak berasal dari Dinkes DKI. Senada dengan Dinkes DKI, ahli pencernaan dan dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof dr Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH, MMB menyebut berita KLB tersebut hoaks. "Tentang KLB Difteri hoaks. Berita cabe kering kena kotoran tikus juga Hoaks," kata dr Ari. Dr Ari juga menegaskan bahwa konsumsi cabe bubuk tidak akan menyebabkan difteri. Namun jika terlalu sering mengonsumsinya maka bisa menyebabkan diare pada orang yan...