Langsung ke konten utama

4 Tips Ampuh Agar Tidur Lebih Nyenyak Meski Sedang Sakit Pinggang



Sakit pinggang memang menyiksa. Apalagi gejalanya yang kerap memburuk di malam hari membuat Anda sulit untuk tidur. Jangan putus asa, Anda tetap bisa istirahat dengan nyaman saat sakit pinggang. Berikut tipsnya.

Tips tidur nyenyak saat sakit pinggang

Sakit pinggang atau sering juga disebut sakit punggung bawah adalah rasa nyeri yang sangat menusuk persis di atas bokong. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh tekanan akibat postur tubuh yang buruk, sedang haid, dan berbagai kebiasaan buruk yang berkaitan dengan gaya hidup. Agar bisa tetap beristirahat saat sakit pinggang, Anda bisa melakukan beberapa hal berikut, seperti:

1. Atur posisi tidur

Bagi orang sehat, tidur dalam berbagai posisi tak akan jadi masalah. Namun, beda ceritanya pada orang yang merasakan rasa sakit pada pinggangnya, terutama di bagian belakang. Salah satu cara ampuh untuk meredakan rasa sakit ini dengan memastikan bahwa tekanan yang diberikan pada tubuh bagian belakang merata.

Untuk itu, Anda perlu menjaga lekukan alami tulang belakang ketika berbaring di kasur. Pastikan bahwa kepala, bahu, pinggul, hingga bokong berada dalam posisi sejajar. Biasanya, telentang menjadi posisi tidur paling cocok untuk Anda yang mengalami sakit pinggang.

Berikut beberapa posisi tidur yang bisa Anda coba saat sakit pinggang, yaitu:

  • Posisi telentang dengan bantal untuk mengganjal lutut.
  • Posisi telentang dengan posisi menyandar dan berbaring.
  • Posisi menyamping dengan bantal atau guling di antara kedua lutut.
  • Posisi meringkuk seperti janin.
Carilah posisi yang paling nyaman untuk Anda. Namun, jika terbiasa tidur tengkurap, Anda bisa menaruh bantal tipis di bawah perut dan pinggul agar tulang belakang tetap dalam posisi sejajar.

2. Memilih bantal yang tepat

Bantal membantu menjaga postur alami leher dan membantu menopang tulang belakang. Untuk itu, Anda perlu memilih bantal yang tepat dan nyaman untuk tidur. Jangan menggunakan bantal yang terlalu tinggi atau keras karena bisa membuat leher dan pinggang terasa semakin sakit.

Saat Anda lebih nyaman tidur telentang, sebaiknya gunakan bantal yang tipis. Pasalnya, mengangkat kepala terlalu banyak bisa membuat leher dan punggung tegang. Namun, jika Anda lebih nyaman tidur dengan posisi miring gunakan bantal yang lebih tebal.

Letakkan bantal di bawah kepala dan leher, bukan di bahu. Selain itu, Anda juga perlu mengganti bantal setiap 12 hingga 18 bulan sekali agar tetap bisa memberikan topangan yang maksimal.

3. Memilih kasur yang tepat dan rutin menggantinya

Meski terkesan sepele, kasur berperan penting untuk menentukan kenyamanan saat tidur. Dikutip dari Healthline, dokter biasanya akan merekomendasikan kasur ortopedi untuk orang-orang yang mengalami sakit pinggang belakang atau punggung bawah. Terutama jika Anda memiliki sakit punggung bawah yang berkepanjangan.

Anda juga bisa memilih kasur yang dibuat dengan busa berkualitas baik. Usahakan untuk tidak menggunakan kasur yang terlalu empuk hingga membuat Anda tenggelam terlalu dalam. Hal ini justru bisa membuat sendi dan tulang belakang menjadi tidak sejajar dan memperparah rasa sakit.

Setelah menemukan kasur yang tepat, Anda juga disarankan untuk menggantinya setiap 10 tahun sekali. Pasalnya, kasur yang sudah terlalu lama akan mengalami kerusakan di bagian per. Akibatnya, kasur tak lagi bisa menopang tubuh dengan sejajar saat tidur.

4. Menerapkan kebiasaan tidur yang tepat

Dikarenakan nyeri punggung bisa mengganggu tidur, Anda tidak disarankan untuk begadang. Sebaliknya, usahakan untuk membuat jadwal tidur yang konsisten setiap malamnya. Misalnya Anda sering susah tidur; maka berbaringlah lebih awal dari biasanya.

Dengan begitu, Anda memiliki waktu ekstra untuk terlelap dan tetap bisa mendapatkan jam tidur yang cukup tanpa perlu begadang.

Selain itu, Anda juga perlu menghindari berbagai kebiasaan seperti:
  • Minum kafein di malam atau sore hari.
  • Olahraga di jam menjelang tidur.
  • Memainkan gawai (gadget) sambil menunggu terlelap.
Justru yang perlu dilakukan yaitu bersantai dengan membaca buku, mandi air hangat, mendengarkan musik, atau melakukan peregangan lembut. Anda bisa menciptakan suasana santai dengan meredupkan lampu kamar tanpa menyalakan gawai

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terkadang Orang Dewasa Memang Susah di Pahami Ada Saja Tingkahnya

Bagi anak-anak, bermain merupakan salah satu hal yang mengasyikkan. Banyak sekali arena permainan yang bisa dinikmati anak-anak, seperti seluncuran, baby swing, dan banyak permainan lainnya. Namun apa jadinya kalau arena bermain tersebut dilmainkan oleh orang dewasa? Tentu akan timbulkan banyak masalah, seperti terjebak pada arena permainan karena ukuran tubuh dan arena tidak sebanding. Hal itu benar adanya karena hingga sekarang masih banyak orang dewasa yang bermain di arena anak-anak. Mungkin saja para orang dewasa ingin nostagia, namun hal itu malah timbulkan masalah. Berikut potret orang dewasa yang justru terjebak di arena bermain anak-anak seperti di lansir dari Boredpanda, Senin (27/5/2019). 1. Terjebak di seluncuran Seluncuran menjadi permainan yang begitu menarik bagi anak-anak. Sensasi saat berseluncur menjadi alasan mengapa permainan ini seru. Namun jangan sesekali mencoba permainan tersebut ketika sudah dewasa seperti ...

Benarkah Sering Konsumsi Cabe Bubuk Menyebabkan Difteri?

Belakangan ini beredar pesan berantai yang mengingatkan bahwa mengonsumsi cabe bubuk yang kerap digunakan dalam jajanan seperti tahu crispy, kentang goreng, atau cilok bisa menyebabkan difteri akibat tercemar kencing tikus . Bahkan disebutkan difteri jadi Kejadian Luar Biasa (KLB) di Jakarta dengan korban ratusan jiwa. Dalam akun instagram resmi Dinas Kesehatan DKI telah ditegaskan bahwa berita tersebut adalah hoaks. Pihak Dinkes DKI meminta jika ada yang menerima informasi tersebut, sudah dipastikan hoaks dan tidak berasal dari Dinkes DKI. Senada dengan Dinkes DKI, ahli pencernaan dan dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof dr Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH, MMB menyebut berita KLB tersebut hoaks. "Tentang KLB Difteri hoaks. Berita cabe kering kena kotoran tikus juga Hoaks," kata dr Ari. Dr Ari juga menegaskan bahwa konsumsi cabe bubuk tidak akan menyebabkan difteri. Namun jika terlalu sering mengonsumsinya maka bisa menyebabkan diare pada orang yan...

Studi : Sarapan dengan Eskrim dapat Tingkatkan Kerja Otak?

Bagi Anda yang bingung sarapan dengan menu pagi di pagi ini, pernah terpikir menu es krim ? Peneliti asal Jepang mengungkapkan makan es krim di pagi hari berpengaruh terhadap kinerja otak dan kesehatan mental. Peneliti dari Kyorin University Tokyo melakukan studi terhadap efek sarapan dengan es krim. Rupanya, sarapan es krim mampu 'membangunkan' otak terutama saat dikonsumsi setelah bangun tidur. Otak akan kaget dan langsung bekerja aktif setelah gigitan pertama es krim masuk dalam mulutmu. Makanan dingin ini juga meningkatkan kapasitas mental seseorang. Jadi, mengonsumsi es krim setelah bangun tidur bisa meningkatkan kerja otak dan kesehatan mental. Peneliti juga melakukan beberapa percobaan untuk memberikan bukti tersebut. Mereka membagi kelompok objek penelitian ke dalam dua bagian. Satu kelompok partisipan diberi es krim setelah bangun di pagi hari. Sedangkan kelompok lainnya tidak diberi. Hasilnya, partisipan yang menyantap es krim saat bangun di pagi hari cenderun...