Langsung ke konten utama

5 Gerakan Ini untuk Meringankan Nyeri Tulang Belakang yang Bergeser

Normalnya, posisi tulang belakang seharusnya sejajar antara satu dan lainnya. Namun, lain ceritanya jika salah satu tulang belakang bergeser atau berpindah posisi sehingga mengganggu susunan tulang di bawahnya. Dalam istilah medis, kondisi ini disebut dengan spondylolisthesis. Oleh karena posisinya yang tidak tepat, penderita spondylolisthesis kerap mengeluhkan nyeri punggung yang sangat mengganggu. Demi aktivitas yang lebih nyaman, Anda bisa mencoba berbagai gerakan olahraga untuk mengatasi nyeri karena spondylolisthesis, lho.

Penasaran untuk mencobanya? Simak penjelasan lengkapnya dalam ulasan di bawah ini, yuk

Apa itu spondylolisthesis?

 Spondylolisthesis adalah kondisi ketika salah satu bagian tulang belakang berpindah dari tempat semulanya. Patah tulang, cedera, tumor, operasi, bisa mengakibatkan spondylolisthesis pada tulang belakang.

 Bahkan, spondylolisthesis juga bisa menjadi bawaan seseorang sejak lahir, yang baru terdeteksi setelah beberapa tahun kemudian. Sebagian besar kasus ini biasanya terjadi pada tulang belakang bagian bawah.

 Masalah tulang ini memang tidak seumum osteoporosis, atau arthritis. Akan tetapi, spondylolisthesis tidak boleh disepelekan karena dapat menimbulkan gejala yang membuat pengidapnya sulit beraktivitas dengan bebas, meliputi:
  •   Nyeri pada punggung bagian bawah
  •  Kesulitan berjalan atau berlari karena nyeri yang menjalar sampai ke kaki
  •   Fungsi kaki menurun dan melemah
  •   Paha bagian belakang terasa kaku
Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk membantu mengatasi nyeri spondylolisthesis yakni dengan melakukan beberapa gerakan latihan.

Gerakan olahraga untuk mengatasi nyeri spondylolisthesis 


Berikut serangkaian gerakan olahraga yang akan membantu mengatasi nyeri hebat akibat spondylolisthesis:

 1. Pelvic tilt


Gerakan latihan ini berfungsi untuk mengatasi nyeri spondylolisthesis, dengan cara menstabilkan tulang belakang bagian bawah yang bermasalah. Anda bisa mengatur tekukan pada pinggang dan tulang belakang sesuai dengan keparahan nyeri yang dirasakan

 Cara melakukannya:
  1.  Baringkan tubuh telentang dengan posisi kedua lutut ditekuk dan kaki rata dengan alas.
  2.  Mulailah dengan meratakan bagian punggung dengan alas, sembari mengencangkan otot perut bagian bawah dan menarik pusar ke dalam.
  3.  Tahan gerakan tersebut selama 10-20 detik, lalu kendurkan kembali otot perut seperti semula.
  4.  Ulangi hal yang sama sebanyak 10 kali.
 2. Harmstring stretch


Selain nyeri di punggung bagian bawah, pengidap spondylolisthesis juga kerap mengeluhkan ketegangan atau kekakuan pada paha bagian belakang. Kondisi tersebut menyebabkan otot di paha bagian belakang tanpa sadar seperti menarik tulang belakang, sehingga menyebabkan rasa nyeri semakin parah.

Gerakan harmstring strech berfokus untuk melemaskan otot-otot paha belakang guna mengatasi nyeri spondylolisthesis.

 Cara melakukannya:
  1.  Duduk dengan posisi kedua kaki lurus ke depan.
  2.  Condongkan tubuh perlahan ke depan, dengan posisi tangan lurus sampai berhasil menyentuh jari-jari kaki.
  3.  Jika tidak berhasil menyentuh jari kaki, setidaknya Anda bisa merasakan bagian kaki belakang Anda telah meregang (lihat gambar).
  4.  Tahan gerakan tersebut selama 30 detik, lalu ulangi sebanyak 3 kali.
 3. Crunches

 Meski mengalami spondylolisthesis, Anda bisa membantu memperkuat otot perut guna mendukung kestabilan dan mengatasi rasa nyeri. Namun ingat, jangan terlalu memaksa tubuh untuk bergerak penuh saat melakukannya.

 Pasalnya, hal tersebut justru akan semakin memperburuk nyeri yang Anda alami. Sebagai gantinya, lakukan gerakan ini semampu yang tubuh Anda bisa lakukan.

 Cara melakukannya:
  1.   Baringkan tubuh dengan posisi kedua lutut ditekuk dan kedua tangan disilangkan di dada. Jika ingin lebih mudah, Anda bisa meletakkan kedua tangan di belakang kepala sebagai penopang saat bergerak.
  2. Angkat kepala dan pundah perlahan, sampai perut terasa cukup berkontraksi
  3. Tahan posisi tersebut selama 3 detik, lalu turunkan kembali ke posisi semula.
        Ulangi hal yang sama sebanyak 10 kali.
4. Double knee to chest


Gerakan ini bekerja langsung ke bagian dalam tubuh untuk membantu mengatasi nyeri akibat spondylolisthesis.

Cara melakukannya:
  1.  Baringkan tubuh telentang, sembari menekuk kedua lutut dan kaki menempel pada alas.
  2.  Letakkan kedua tangan di sampign tubuh (lihat gambar), kemudian tarik dan rasakan sampai otot perut ke arah bawah.
  3.   Dengan bantuan tangan, dorong kedua lutut ke arah atas dada. Tahan selama 5 detik.
  4.  Ulangi gerakan yang sama sebanyak 10 kali.
5. Multifudus activation


Multifudus adalah otot berukuran kecil yang terletak di sebelah tulang belakang. Meski begitu, otot kecil ini memiliki fungsi penting yang memudahkan tubuh untuk bergerak memutar, menekuk, bahkan menstabilkan sendi tulang belakang.

Sayangnya, otot multifudus pada para pengidap spondylolisthesis sering melemah. Dengan melakukan gerakan multifudus activation ini, secara perlahan Anda telah membantu mengaktifkan kembali fungsi otot multifudus.

 Cara melakukannya:
  1.  Posisikan tubuh miring ke salah satu arah, entah kiri atau kanan, dengan posisi salah satu tangan memegang bagian samping punggung (lihat gambar).
  2. Rasakan otot-otot tubuh Anda bekerja aktif, khususnya bagian belakang, dengan cara membawa kedua paha ke arah dada. Namun, di sini Anda tidak benar-benar menekuk dan menggerakkannya.
  3. Sedikit kontraksi tersebut akan menyebabkan otot multifudus seolah terasa bergerak. Rasakan hal tersebut dengan menggunakan salah satu tangan yang ada di samping punggung.
  4. Tahan selama 3 detik dan ulangi gerakan tersebut sebanyak 10 kali untuk masing-masing sisi tubuh.
Tidak sulit bukan melakukan gerakan latihan yang membantu mengatasi nyeri karena spondylolisthesis ini? Pastikan Anda tetap berhati-hati selama melakukannya, dan selamat mencoba!

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terkadang Orang Dewasa Memang Susah di Pahami Ada Saja Tingkahnya

Bagi anak-anak, bermain merupakan salah satu hal yang mengasyikkan. Banyak sekali arena permainan yang bisa dinikmati anak-anak, seperti seluncuran, baby swing, dan banyak permainan lainnya. Namun apa jadinya kalau arena bermain tersebut dilmainkan oleh orang dewasa? Tentu akan timbulkan banyak masalah, seperti terjebak pada arena permainan karena ukuran tubuh dan arena tidak sebanding. Hal itu benar adanya karena hingga sekarang masih banyak orang dewasa yang bermain di arena anak-anak. Mungkin saja para orang dewasa ingin nostagia, namun hal itu malah timbulkan masalah. Berikut potret orang dewasa yang justru terjebak di arena bermain anak-anak seperti di lansir dari Boredpanda, Senin (27/5/2019). 1. Terjebak di seluncuran Seluncuran menjadi permainan yang begitu menarik bagi anak-anak. Sensasi saat berseluncur menjadi alasan mengapa permainan ini seru. Namun jangan sesekali mencoba permainan tersebut ketika sudah dewasa seperti ...

Benarkah Sering Konsumsi Cabe Bubuk Menyebabkan Difteri?

Belakangan ini beredar pesan berantai yang mengingatkan bahwa mengonsumsi cabe bubuk yang kerap digunakan dalam jajanan seperti tahu crispy, kentang goreng, atau cilok bisa menyebabkan difteri akibat tercemar kencing tikus . Bahkan disebutkan difteri jadi Kejadian Luar Biasa (KLB) di Jakarta dengan korban ratusan jiwa. Dalam akun instagram resmi Dinas Kesehatan DKI telah ditegaskan bahwa berita tersebut adalah hoaks. Pihak Dinkes DKI meminta jika ada yang menerima informasi tersebut, sudah dipastikan hoaks dan tidak berasal dari Dinkes DKI. Senada dengan Dinkes DKI, ahli pencernaan dan dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof dr Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH, MMB menyebut berita KLB tersebut hoaks. "Tentang KLB Difteri hoaks. Berita cabe kering kena kotoran tikus juga Hoaks," kata dr Ari. Dr Ari juga menegaskan bahwa konsumsi cabe bubuk tidak akan menyebabkan difteri. Namun jika terlalu sering mengonsumsinya maka bisa menyebabkan diare pada orang yan...

Studi : Sarapan dengan Eskrim dapat Tingkatkan Kerja Otak?

Bagi Anda yang bingung sarapan dengan menu pagi di pagi ini, pernah terpikir menu es krim ? Peneliti asal Jepang mengungkapkan makan es krim di pagi hari berpengaruh terhadap kinerja otak dan kesehatan mental. Peneliti dari Kyorin University Tokyo melakukan studi terhadap efek sarapan dengan es krim. Rupanya, sarapan es krim mampu 'membangunkan' otak terutama saat dikonsumsi setelah bangun tidur. Otak akan kaget dan langsung bekerja aktif setelah gigitan pertama es krim masuk dalam mulutmu. Makanan dingin ini juga meningkatkan kapasitas mental seseorang. Jadi, mengonsumsi es krim setelah bangun tidur bisa meningkatkan kerja otak dan kesehatan mental. Peneliti juga melakukan beberapa percobaan untuk memberikan bukti tersebut. Mereka membagi kelompok objek penelitian ke dalam dua bagian. Satu kelompok partisipan diberi es krim setelah bangun di pagi hari. Sedangkan kelompok lainnya tidak diberi. Hasilnya, partisipan yang menyantap es krim saat bangun di pagi hari cenderun...