Langsung ke konten utama

Bolehkah Anak Pakai Pasta Gigi Orang Dewasa?

Ilustrasi sikat gigi


Anak-anak diajarkan merawat giginya sejak dini. Orangtua mengajarkan menggunakan sikat dan pasta gigi khusus anak-anak.
Tetapi, tak sedikit dari anak-anak yang justru menggunakan pasta gigi orang dewasa. Lantas, sebenarnya bolehkah anak menggunakan pasta gigi orang dewasa?
Pakar Kesehatan Gigi dan Mulut, drg. Ratu Mirah Afifah, GCClienDent, MDSc mengatakan, bila anak sudah bisa berkumur boleh menggunakan pasta gigi apa saja. Hanya saja, untuk penggunaan sikat gigi, sebaiknya menggunakan yang khusus untuk anak-anak.
“Kandungan flouride di pasta gigi dewasa itu 1.450-1.500 per mili, sedangkan pasta gigi anak memiliki kandungan flouride 500-800 per mili. Ketika anak sudah bisa meludah, bisa kasih pasta gigi usia dua tahun, tetapi dia harus didampingi,” katanya dalam acara Senyum Sejak Hari Pertama melalui Pepsodent Action 123 Complete di Kebayoran, Jakarta Selatan, Selasa 23 Juli 2019.
Dia menjelaskan, jika anak-anak ingin menggunakan pasta gigi orang dewasa, ukuran penggunaan pasta giginya pun harus sebesar biji jagung dan diratakan di area sikat gigi. Hal ini, supaya bulu sikat mengenai pasta gigi dan bisa membersihkan gigi mereka.
"Mulut orang dewasa dan anak-anak itu beda ukurannya. Kalau anak kecil, ukurannya seperti biji jagung, (pasta gigi) diratakan supaya memastikan bulu sikat kena pasta giginya. Sama teorinya mulut berkembang jauh seiring usia, jadi kepala sikat gigi didesain lebih besar, agar ketika menyikat gigi menjangkau 1,5 diameter gigi jadi pasta gigi harus sepanjang bulu sikatnya,” tutur dia.
Terkait kegiatan gosok gigi pun harus dilakukan sebanyak dua kali dalam sehari. Kegiatan ini disarankan dilakukan, setelah sarapan dan sebelum tidur.
“Menyikat gigi yang tepat adalah setelah sarapan dan sebelum tidur dengan durasi waktu dua menit mencakup bagian kiri-kanan gigi, bagian atas-bawah gigi, dan bagian depan-belakang yang masing-masing dilakukan selama 30 detik dengan gerakan memutar,” kata Ratu.
Selain itu, dalam menggosok gigi penting juga memperhatikan penggunaan sikat gigi. Dia menyarankan, memilih sikat gigi dengan bulu sikat yang halus atau medium, demi menjaga gusi dari risiko luka.
“Bulu sikatnya pilih yang halus atau medium karena gigi akar, gigi tersembunyi di gusi ketika menggunakan yang keras akan melukai gusi, sehingga bisa membuat kondisi gusi turun atau resesi yang menjadikan gigi sensitif,” ucap dia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terkadang Orang Dewasa Memang Susah di Pahami Ada Saja Tingkahnya

Bagi anak-anak, bermain merupakan salah satu hal yang mengasyikkan. Banyak sekali arena permainan yang bisa dinikmati anak-anak, seperti seluncuran, baby swing, dan banyak permainan lainnya. Namun apa jadinya kalau arena bermain tersebut dilmainkan oleh orang dewasa? Tentu akan timbulkan banyak masalah, seperti terjebak pada arena permainan karena ukuran tubuh dan arena tidak sebanding. Hal itu benar adanya karena hingga sekarang masih banyak orang dewasa yang bermain di arena anak-anak. Mungkin saja para orang dewasa ingin nostagia, namun hal itu malah timbulkan masalah. Berikut potret orang dewasa yang justru terjebak di arena bermain anak-anak seperti di lansir dari Boredpanda, Senin (27/5/2019). 1. Terjebak di seluncuran Seluncuran menjadi permainan yang begitu menarik bagi anak-anak. Sensasi saat berseluncur menjadi alasan mengapa permainan ini seru. Namun jangan sesekali mencoba permainan tersebut ketika sudah dewasa seperti ...

Benarkah Sering Konsumsi Cabe Bubuk Menyebabkan Difteri?

Belakangan ini beredar pesan berantai yang mengingatkan bahwa mengonsumsi cabe bubuk yang kerap digunakan dalam jajanan seperti tahu crispy, kentang goreng, atau cilok bisa menyebabkan difteri akibat tercemar kencing tikus . Bahkan disebutkan difteri jadi Kejadian Luar Biasa (KLB) di Jakarta dengan korban ratusan jiwa. Dalam akun instagram resmi Dinas Kesehatan DKI telah ditegaskan bahwa berita tersebut adalah hoaks. Pihak Dinkes DKI meminta jika ada yang menerima informasi tersebut, sudah dipastikan hoaks dan tidak berasal dari Dinkes DKI. Senada dengan Dinkes DKI, ahli pencernaan dan dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof dr Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH, MMB menyebut berita KLB tersebut hoaks. "Tentang KLB Difteri hoaks. Berita cabe kering kena kotoran tikus juga Hoaks," kata dr Ari. Dr Ari juga menegaskan bahwa konsumsi cabe bubuk tidak akan menyebabkan difteri. Namun jika terlalu sering mengonsumsinya maka bisa menyebabkan diare pada orang yan...

Studi : Sarapan dengan Eskrim dapat Tingkatkan Kerja Otak?

Bagi Anda yang bingung sarapan dengan menu pagi di pagi ini, pernah terpikir menu es krim ? Peneliti asal Jepang mengungkapkan makan es krim di pagi hari berpengaruh terhadap kinerja otak dan kesehatan mental. Peneliti dari Kyorin University Tokyo melakukan studi terhadap efek sarapan dengan es krim. Rupanya, sarapan es krim mampu 'membangunkan' otak terutama saat dikonsumsi setelah bangun tidur. Otak akan kaget dan langsung bekerja aktif setelah gigitan pertama es krim masuk dalam mulutmu. Makanan dingin ini juga meningkatkan kapasitas mental seseorang. Jadi, mengonsumsi es krim setelah bangun tidur bisa meningkatkan kerja otak dan kesehatan mental. Peneliti juga melakukan beberapa percobaan untuk memberikan bukti tersebut. Mereka membagi kelompok objek penelitian ke dalam dua bagian. Satu kelompok partisipan diberi es krim setelah bangun di pagi hari. Sedangkan kelompok lainnya tidak diberi. Hasilnya, partisipan yang menyantap es krim saat bangun di pagi hari cenderun...