Langsung ke konten utama

PERKENALAN DI FACEBOOK BERUJUNG KE PELAMINAN

Kenal di Facebook, Begini Kisah Wanita Jepang yang Dinikahi Pria Malaysia


Kenal di Facebook, Begini Kisah Wanita Jepang yang Dinikahi Pria Malaysia

Seorang wanita Jepang bernama Ana sedang viral di media sosial karena menikah dengan pria Malaysia. Pasangan yang kenal di Facebook ini menikah setelah menjalani 5 tahun pacaran. Tak cuma itu, mereka juga berhasil melewati masa LDR alias 'long distance relationship'.
Dilansir dari World of Buzz, Ana kenal pertama kali dengan Muhammad Norfaizad Farhan Nor Hasyimi melalui Facebook pada tahun 2014.
Kala itu keduanya saling jatuh cinta dan memutuskan untuk jadi sepasang kekasih. Mereka pun menjalin hubungan jarak jauh alias LDR. Ana yang bernama lengkap Farhaba Tanaka ini menetap di Jepang sedangkan Faizad tinggal di Malaysia.
"Kami akan berbicara setiap hari di Facebook dan pada awalnya, kami takut memulai hubungan karena kami khawatir bahwa budaya kami yang berbeda akan menjadi penghambat," ujar Faizad seperti yang dilansir World of Buzz.
Tahun kedua pacaran, Ana memutuskan masuk Islam dan mendalami ilmu agama di bawah bimbingan Faizad. Setelah 5 tahun menjalani hubungan, Faizad pun memberanikan diri untuk melamar Ana.
Awalnya, Wanita 25 tahun itu masih ragu menerimanya. Namun setelah yakin, Ana bersedia menikah dengan Faizad. Akad nikah dilangsungkan tanggal 29 Juni kemarin di kota kelahiran Faizad, Perlis.
Wanita Jepang menikah dengan pria Malaysia. (Instagram/@anafarhana_japan)

Ada banyak hal menarik yang dibagikan Ana di Instagram tentang pernikahannya dengan Faizad. Salah satu yang membuat geleng-geleng kepala adalah baju pengantin yang ketinggalan di Jepang sementara dia menikah di Malaysia.
Akhirnya pasangan ini menikah dengan baju pinjaman saudara Faizad.
Wanita Jepang menikah dengan pria Malaysia. (Instagram/@anafarhana_japan)


Setelah menikah, Ana mengaku jika dia belum bisa memanggil suaminya dengan sebutan abang, seperti istri lain pada umumnya. Alih-alih panggil Abang, Ana masih nyaman memanggil Faizad dengan sebutan sayang ketika pacaran, Fai Fai. Lucunya, keluarga Ana di Jepang meniru kebiasaan Ana dan ikut memanggil Faizad dengan sebutan Fai Fai.
"He used to say don't call me 'abang'. I won't call you 'sayang' until nikah." We have just got married but still shy to call eachother abang/sayang. Still calling him Fai Fai, my family also call him Fai Fai. Like Wifi," tulisnya kocak.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terkadang Orang Dewasa Memang Susah di Pahami Ada Saja Tingkahnya

Bagi anak-anak, bermain merupakan salah satu hal yang mengasyikkan. Banyak sekali arena permainan yang bisa dinikmati anak-anak, seperti seluncuran, baby swing, dan banyak permainan lainnya. Namun apa jadinya kalau arena bermain tersebut dilmainkan oleh orang dewasa? Tentu akan timbulkan banyak masalah, seperti terjebak pada arena permainan karena ukuran tubuh dan arena tidak sebanding. Hal itu benar adanya karena hingga sekarang masih banyak orang dewasa yang bermain di arena anak-anak. Mungkin saja para orang dewasa ingin nostagia, namun hal itu malah timbulkan masalah. Berikut potret orang dewasa yang justru terjebak di arena bermain anak-anak seperti di lansir dari Boredpanda, Senin (27/5/2019). 1. Terjebak di seluncuran Seluncuran menjadi permainan yang begitu menarik bagi anak-anak. Sensasi saat berseluncur menjadi alasan mengapa permainan ini seru. Namun jangan sesekali mencoba permainan tersebut ketika sudah dewasa seperti ...

Benarkah Sering Konsumsi Cabe Bubuk Menyebabkan Difteri?

Belakangan ini beredar pesan berantai yang mengingatkan bahwa mengonsumsi cabe bubuk yang kerap digunakan dalam jajanan seperti tahu crispy, kentang goreng, atau cilok bisa menyebabkan difteri akibat tercemar kencing tikus . Bahkan disebutkan difteri jadi Kejadian Luar Biasa (KLB) di Jakarta dengan korban ratusan jiwa. Dalam akun instagram resmi Dinas Kesehatan DKI telah ditegaskan bahwa berita tersebut adalah hoaks. Pihak Dinkes DKI meminta jika ada yang menerima informasi tersebut, sudah dipastikan hoaks dan tidak berasal dari Dinkes DKI. Senada dengan Dinkes DKI, ahli pencernaan dan dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof dr Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH, MMB menyebut berita KLB tersebut hoaks. "Tentang KLB Difteri hoaks. Berita cabe kering kena kotoran tikus juga Hoaks," kata dr Ari. Dr Ari juga menegaskan bahwa konsumsi cabe bubuk tidak akan menyebabkan difteri. Namun jika terlalu sering mengonsumsinya maka bisa menyebabkan diare pada orang yan...

Studi : Sarapan dengan Eskrim dapat Tingkatkan Kerja Otak?

Bagi Anda yang bingung sarapan dengan menu pagi di pagi ini, pernah terpikir menu es krim ? Peneliti asal Jepang mengungkapkan makan es krim di pagi hari berpengaruh terhadap kinerja otak dan kesehatan mental. Peneliti dari Kyorin University Tokyo melakukan studi terhadap efek sarapan dengan es krim. Rupanya, sarapan es krim mampu 'membangunkan' otak terutama saat dikonsumsi setelah bangun tidur. Otak akan kaget dan langsung bekerja aktif setelah gigitan pertama es krim masuk dalam mulutmu. Makanan dingin ini juga meningkatkan kapasitas mental seseorang. Jadi, mengonsumsi es krim setelah bangun tidur bisa meningkatkan kerja otak dan kesehatan mental. Peneliti juga melakukan beberapa percobaan untuk memberikan bukti tersebut. Mereka membagi kelompok objek penelitian ke dalam dua bagian. Satu kelompok partisipan diberi es krim setelah bangun di pagi hari. Sedangkan kelompok lainnya tidak diberi. Hasilnya, partisipan yang menyantap es krim saat bangun di pagi hari cenderun...