Langsung ke konten utama

Sering Pakai Flat Shoes? Hati-hati Peradangan Tumit


Kita semua kenal betul dengan rasa sakit dan pegal setelah seharian memakai sepatu hak tinggi menjulang. Demi menghindari pengalaman pahit ini, mungkin sebagian besar dari Anda lebih memilih sepasang flat shoes cantik yang nyaman di lain kali bepergian. Tapi tahukah Anda bahwa layaknya memakai stiletto runcing, memakai sepatu datar sebenarnya juga dapat mengancam kesehatan Anda?

Sering pakai flatshoes berisiko nyeri tumit
  Flat shoes yang fleksibel membuat otot-otot kaki bekerja lebih keras, yang pada akhirnya dapat melatih kaki agar menjadi lebih kuat — ini merupakan pertanda baik. Di sisi lain, flat shoes yang terlalu datar tidak memberikan dukungan untuk lengkungan kaki serta bantalan penyerap benturan yang memadai.

Ketika hak sepatu terlalu rendah, atau ujung sepatu terlalu mengekang jari-jemari kaki, distribusi tekanan pada setiap langkah menjadi tegang. Tanpa adanya bantalan penyerap tekanan yang memadai, flat shoes dapat menarik paksa tendon achilles yang terentang dari belakang tumit ke sepanjang betis, dan juga otot-otot betis lainnya di belakang kaki.

Berjalan jauh dengan flat shoes juga bisa mengganggu bagian lain selain kaki 

Berjalan menggunakan flat shoes menempatkan banyak beban pada sendi pergelangan kaki dan urat-urat tendon kaki, sehingga menyebabkan nyeri lengkungan, nyeri tumit, nyeri pergelangan kaki, atau nyeri lutut. Semua ini dapat berkontribusi terhadap stres fisik dan kelelahan yang Anda alami, namun mungkin tak pernah disadari bahwa sepatu Andalah pelakunya

Bila Anda memiliki dukungan lengkungan kaki yang buruk, cara berjalan menjadi bertumpu ke belakang dan dapat membuat tekanan pada punggung Anda,” ungkap Jeremy Smith, MD, seorang ahli bedah tulang belakang dan spesialis nyeri punggung di Orthopaedic Specialty Institute, California, dilansir dari Everyday Health

Ditambah lagi, trauma mendarat keras pada tumit dan juga kurangnya dukungan lengkungan kaki dapat menyebabkan jaringan otot sepanjang kaki (plantar fascia) untuk teregang dan robek. Sehingga, rutin memakai flat shoes dapat menimbulkan risiko peradangan tumit yang menyakitkan, disebut plantar fasciitis — suatu kondisi yang menyebabkan nyeri tumit.

Masalah lain yang mungkin muncul dari pemakaian flat shoes rutin namun sering terlupakan adalah peningkatan risiko tertusuk benda asing yang bergeletakan di tanah akibat tipisnya hak dan bantalan perlindungan sepatu terhadap benturan.
 

 Jadi, sepatu seperti apa yang baik untuk dipakai sehari-hari?

Sammy Margo, juru bicara Chartered Society of Physiotherapists, menyarakan untuk terus bergonta-ganti gaya sepatu Anda — dari tinggi ke rendah, sepatu keds ke boots — dan menghindari mengenakan sepasang sepatu tertentu secara terus menerus.

Lakukan peregangan kaki sebelum, selama, dan setelah memakai flat shoes dalam jangka waktu panjang, untuk membantu menjaga otot-otot kaki tetap santai dan tak rentan terhadap stres fisik. “Ini adalah saran yang harus diikuti oleh pria juga,” katanya. “Perubahan sekecil apapun perubahan hak sepatu dapat memicu masalah.”

 Hal utama yang harus Anda fokuskan saat membeli sepatu baru adalah memastikan Anda memilih sepatu yang tepat untuk jenis kaki Anda dan masalah yang Anda alami. Sebagai permulaan, salah satu fitur yang paling penting untuk dicari dalam sepatu yang baik adalah lengkungan kaki — itu harus dirancang untuk bekerja dengan lengkungan alami kaki Anda. Sol sisipan atau sol tambahan yang dirancang khusus juga dapat membantu meringankan sakit punggung dalam beberapa kasus karena sol khusus ini mampu memberikan dukungan ekstra.

Tips membeli sepatu yang sehat

Ketika Anda siap untuk menambah koleksi sepatu Anda, tips ini dapat membantu:
  •  Tunggu sampai sore hari untuk berbelanja sepatu. Kaki Anda secara alami “mengembang” setelah penggunaan konstan speanjang hari dan dapat membengkak dalam cuaca panas.
  •  Memakai jenis kaus kaki yang sesuai untuk dikenakan dengan sepatu tertentu
  •  Minta pramuniaga toko sepatu untuk mengukur detail ukuran kaki Anda, dan perbaharui ukuran sepatu Anda setiap kali membeli sepatu baru. Jika ukuran satu kaki Anda lebih besar atau lebih luas dari yang lain, tak apa untuk menyocokkan ukuran yang sesuai dengan kaki yang lebih besar.
  •  Coba dulu kedua sepatu. Pastikan sepatu tersebut memberikan ruangan kosong setidaknya 0,5-1 cm antara jari kaki terpanjang Anda dengan ujung dalam sepatu.
  •   Uji coba sepatu baru sebelum dibeli dengan berjalan keliling. Ini berguna untuk merasakan apakah sepatu terasa nyaman/aneh saat dipakai. Apakah ada cukup ruang tersisa untuk tumit bernapas? Apakah haknya pas muat, sering terlepas, atau menekan kaki Anda? Jangan berpikiran bahwa sepatu baru hanya perlu dibiasakan dipakai agar nyaman dan melar. Cari sepatu yang pas dari awal
  •  Percayakan insting kenyamanan Anda daripada ukuran sepatu yang tertera di kardus atau deskripsi iklannya. Ukuran bervariasi dari satu produsen yang lain. Dan tidak peduli seberapa nyaman iklan mengklaim sepatu tersebut, Andalah yang paling tahu benar/tidaknya
  •   Rasakan bagian dalam sepatu untuk melihat apakah mereka memiliki ganjalan, jahitan, atau bahan lain yang mungkin bisa mengganggu kaki Anda atau menyebabkan lecet
  •   Balikkan sepatu dan cek solnya. Apakah sol cukup kokoh untuk memberikan perlindungan dari benda tajam? Apakah sepatu itu memiliki bantalan? Juga, saat berjalan menguji coba sepatu, pertimbangkan apakah sol memberikan bantalan terhadap benturan yang memadai? Cobalah untuk berjalan di permukaan keras serta karpet untuk meraba-raba bagaimana sepatu terasa saat dipakai.


 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terkadang Orang Dewasa Memang Susah di Pahami Ada Saja Tingkahnya

Bagi anak-anak, bermain merupakan salah satu hal yang mengasyikkan. Banyak sekali arena permainan yang bisa dinikmati anak-anak, seperti seluncuran, baby swing, dan banyak permainan lainnya. Namun apa jadinya kalau arena bermain tersebut dilmainkan oleh orang dewasa? Tentu akan timbulkan banyak masalah, seperti terjebak pada arena permainan karena ukuran tubuh dan arena tidak sebanding. Hal itu benar adanya karena hingga sekarang masih banyak orang dewasa yang bermain di arena anak-anak. Mungkin saja para orang dewasa ingin nostagia, namun hal itu malah timbulkan masalah. Berikut potret orang dewasa yang justru terjebak di arena bermain anak-anak seperti di lansir dari Boredpanda, Senin (27/5/2019). 1. Terjebak di seluncuran Seluncuran menjadi permainan yang begitu menarik bagi anak-anak. Sensasi saat berseluncur menjadi alasan mengapa permainan ini seru. Namun jangan sesekali mencoba permainan tersebut ketika sudah dewasa seperti ...

Benarkah Sering Konsumsi Cabe Bubuk Menyebabkan Difteri?

Belakangan ini beredar pesan berantai yang mengingatkan bahwa mengonsumsi cabe bubuk yang kerap digunakan dalam jajanan seperti tahu crispy, kentang goreng, atau cilok bisa menyebabkan difteri akibat tercemar kencing tikus . Bahkan disebutkan difteri jadi Kejadian Luar Biasa (KLB) di Jakarta dengan korban ratusan jiwa. Dalam akun instagram resmi Dinas Kesehatan DKI telah ditegaskan bahwa berita tersebut adalah hoaks. Pihak Dinkes DKI meminta jika ada yang menerima informasi tersebut, sudah dipastikan hoaks dan tidak berasal dari Dinkes DKI. Senada dengan Dinkes DKI, ahli pencernaan dan dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof dr Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH, MMB menyebut berita KLB tersebut hoaks. "Tentang KLB Difteri hoaks. Berita cabe kering kena kotoran tikus juga Hoaks," kata dr Ari. Dr Ari juga menegaskan bahwa konsumsi cabe bubuk tidak akan menyebabkan difteri. Namun jika terlalu sering mengonsumsinya maka bisa menyebabkan diare pada orang yan...

Studi : Sarapan dengan Eskrim dapat Tingkatkan Kerja Otak?

Bagi Anda yang bingung sarapan dengan menu pagi di pagi ini, pernah terpikir menu es krim ? Peneliti asal Jepang mengungkapkan makan es krim di pagi hari berpengaruh terhadap kinerja otak dan kesehatan mental. Peneliti dari Kyorin University Tokyo melakukan studi terhadap efek sarapan dengan es krim. Rupanya, sarapan es krim mampu 'membangunkan' otak terutama saat dikonsumsi setelah bangun tidur. Otak akan kaget dan langsung bekerja aktif setelah gigitan pertama es krim masuk dalam mulutmu. Makanan dingin ini juga meningkatkan kapasitas mental seseorang. Jadi, mengonsumsi es krim setelah bangun tidur bisa meningkatkan kerja otak dan kesehatan mental. Peneliti juga melakukan beberapa percobaan untuk memberikan bukti tersebut. Mereka membagi kelompok objek penelitian ke dalam dua bagian. Satu kelompok partisipan diberi es krim setelah bangun di pagi hari. Sedangkan kelompok lainnya tidak diberi. Hasilnya, partisipan yang menyantap es krim saat bangun di pagi hari cenderun...