Langsung ke konten utama

Sering Pakai High Heels? Ini 5 Bahaya yang Tak Boleh Disepelekan

 
Beauty is pain, begitu katanya. Sepatu cantik berhak tinggi bisa membuat kaki terlihat lebih langsing dan jenjang sehingga akan menyempurnakan penampilan. Mungkin karena alasan inilah banyak wanita yang rela memakai sepatu hak tinggi, alias high heels berjam-jam lamanya. Selain nyeri dan pegal-pegal, ternyata ada banyak bahaya high heels lainnya yang tanpa disadari mengintai berbagai anggota tubuh Anda. Apa saja? Simak informasinya di bawah ini.

Bahaya high heels yang harus diwaspadai

Tak sedikit orang yang mengeluh nyeri dan pegal setelah berjam-jam  pakai sepatu berhak tinggi. Meski cuma itu yang biasanya dirasakan, efek high heels dari sekadar pegal-pegal.

 Satu dari sepuluh wanita yang menggunakan sepatu hak tinggi setidaknya tiga hari dalam seminggu, dan sepertiga dari mereka melaporkan pernah terjatuh saat menggunakan sepatu tersebut.

Angka ini menunjukkan bahwa sepatu hak tinggi merupakan salah satu faktor terbesar yang menyebabkan masalah pada kaki wanita. Bahkan sepertiga dari jumlah wanita tersebut mengalami masalah permanen yang berkepanjangan. 

 Berikut ini beberapa hal yang menunjukkan bagaimana bahaya high heels bisa memengaruhi sejumlah tubuh dan juga menyebabkan wanita tidak ingin berdiri terlalu lama

1. Tumit kaki 


Dalam keadaan normal, kaki akan bertindak seperti pegas yang berfungsi untuk meredam syok akibat beban berat dan menjadi bantalan tulang. Akibat pemakaian sepatu hak tinggi ini, seluruh berat beban akan berpindah ke depan, bertumpu hanya pada tulang jemari kaki yang kecil dan ringkih.

Semakin tinggi hak sepatu Anda, semakin besar pula efeknya. Sebuah studi menunjukkan bahwa hak sepatu stiletto (berbentuk tipis dan runcing di bagian bawahnya) setinggi 10 cm dapat menambahan tekanan pada kaki bagian depan hingga 30 persen. 

Tak hanya itu, langkah Anda jadi tak seimbang karena high heels memaksakan kaki berjalan dalam langkah pendek,  bukan dengan langkah kaki alami Anda

Teknik berjalan yang disebut staccato ini, jika dipertahankan dalam jangka panjang, akan merusak tulang dan saraf kaki (belum lagi luka lecet dan kuku cantengan).

2. Pergelangan kaki dan betis


Sepatu hak tinggi akan memaksa pergelangan kaki condong ke depan, yang bisa membatasi aliran darah pada tungkai bawah. Orang yang menggunakan sepatu hak tinggi dalam jangka waktu cukup lama berisiko mengalami varises.

Sepatu hak tinggi juga menyebabkan otot tendon Achilles jadi kaku. Otot tendon achilles adalah otot di belakang betis yang mendukung pergerakan tumit. Kondisi ini menyebabkan kaki sulit berjalan.

Selain itu, penggunaan sepatu hak tinggi dalam jangka panjang dapat menimbulkan ketegangan urat pergelangan kaki dan betis kronis, bahkan bisa memperpendek urat betis. Jika dibiarkan, Anda akan merasakan sakit setiap berjalan, meski tak sedang pakai high heels sekali pun. 

3. Lutut


Lutut merupakan sendi terbesar dalam tubuh dan termasuk bagian yang cukup tahan banting. Meski begitu, sering menggunakan sepatu hak tinggi lama-kelamaan bisa menekan posisi lutut dan meningkatkan risiko Anda terkena osteoarthritis.

4. Pinggul



Untuk menjaga agar tidak jatuh ketika menggunakan sepatu hak tinggi, secara otomatis Anda akan berdiri tegap membusungkan dada, dan memosisikan pinggang maju ke depan.

Postur tubuh seperti ini memang akan memberikan tampilan yang seksi. Namun, tampilan seksi ini akan membuat otot-otot pinggul semakin terdorong ke arah luar, sehingga dapat menjadi nyeri pinggul. 

5. Punggung


Agar bisa berjalan ala model selama menggunakan sepatu berhak tinggi, Anda perlu bantuan dorongan dari tulang yang terus diayunkan dengan tidak natural. Gerakan menekan ini akan membuat otot punggung bekerja lebih keras dari biasanya, sehingga menyebabkan sakit punggung bagian bawah. 

Boleh saja pakai high heels, asalkan….


Untuk menghindari masalah yang dapat muncul dikemudian hari karena kesalahan memakai sepatu hak tinggi, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan, yaitu:
  •   Pilihlah tinggi sepatu high heels yang sesuai.
  •  Pastikan ukuran sepatu Anda tepat
  •  Jangan pakai high heels seharian
Ingat, kaki Anda juga perlu istirahat. Jika kita memakai sepatu hak tinggi seharian penuh, gunakanlah sepatu hak datar atau sandal santai di hari berikutnya, atau simpanlah sepatu hak tinggi Anda dan jangan jalan-jalan dulu selama beberapa jam.
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terkadang Orang Dewasa Memang Susah di Pahami Ada Saja Tingkahnya

Bagi anak-anak, bermain merupakan salah satu hal yang mengasyikkan. Banyak sekali arena permainan yang bisa dinikmati anak-anak, seperti seluncuran, baby swing, dan banyak permainan lainnya. Namun apa jadinya kalau arena bermain tersebut dilmainkan oleh orang dewasa? Tentu akan timbulkan banyak masalah, seperti terjebak pada arena permainan karena ukuran tubuh dan arena tidak sebanding. Hal itu benar adanya karena hingga sekarang masih banyak orang dewasa yang bermain di arena anak-anak. Mungkin saja para orang dewasa ingin nostagia, namun hal itu malah timbulkan masalah. Berikut potret orang dewasa yang justru terjebak di arena bermain anak-anak seperti di lansir dari Boredpanda, Senin (27/5/2019). 1. Terjebak di seluncuran Seluncuran menjadi permainan yang begitu menarik bagi anak-anak. Sensasi saat berseluncur menjadi alasan mengapa permainan ini seru. Namun jangan sesekali mencoba permainan tersebut ketika sudah dewasa seperti ...

Benarkah Sering Konsumsi Cabe Bubuk Menyebabkan Difteri?

Belakangan ini beredar pesan berantai yang mengingatkan bahwa mengonsumsi cabe bubuk yang kerap digunakan dalam jajanan seperti tahu crispy, kentang goreng, atau cilok bisa menyebabkan difteri akibat tercemar kencing tikus . Bahkan disebutkan difteri jadi Kejadian Luar Biasa (KLB) di Jakarta dengan korban ratusan jiwa. Dalam akun instagram resmi Dinas Kesehatan DKI telah ditegaskan bahwa berita tersebut adalah hoaks. Pihak Dinkes DKI meminta jika ada yang menerima informasi tersebut, sudah dipastikan hoaks dan tidak berasal dari Dinkes DKI. Senada dengan Dinkes DKI, ahli pencernaan dan dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof dr Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH, MMB menyebut berita KLB tersebut hoaks. "Tentang KLB Difteri hoaks. Berita cabe kering kena kotoran tikus juga Hoaks," kata dr Ari. Dr Ari juga menegaskan bahwa konsumsi cabe bubuk tidak akan menyebabkan difteri. Namun jika terlalu sering mengonsumsinya maka bisa menyebabkan diare pada orang yan...

Studi : Sarapan dengan Eskrim dapat Tingkatkan Kerja Otak?

Bagi Anda yang bingung sarapan dengan menu pagi di pagi ini, pernah terpikir menu es krim ? Peneliti asal Jepang mengungkapkan makan es krim di pagi hari berpengaruh terhadap kinerja otak dan kesehatan mental. Peneliti dari Kyorin University Tokyo melakukan studi terhadap efek sarapan dengan es krim. Rupanya, sarapan es krim mampu 'membangunkan' otak terutama saat dikonsumsi setelah bangun tidur. Otak akan kaget dan langsung bekerja aktif setelah gigitan pertama es krim masuk dalam mulutmu. Makanan dingin ini juga meningkatkan kapasitas mental seseorang. Jadi, mengonsumsi es krim setelah bangun tidur bisa meningkatkan kerja otak dan kesehatan mental. Peneliti juga melakukan beberapa percobaan untuk memberikan bukti tersebut. Mereka membagi kelompok objek penelitian ke dalam dua bagian. Satu kelompok partisipan diberi es krim setelah bangun di pagi hari. Sedangkan kelompok lainnya tidak diberi. Hasilnya, partisipan yang menyantap es krim saat bangun di pagi hari cenderun...