Langsung ke konten utama

Faktanya Suara Hujan itu Penghantar Tidur yang Nyenyak

Tidur nyenyak bagi sebagian orang sulit didapatkan. Apalagi di zaman sekarang ini di di mana gadget kerap menjadi distraksi untuk mendapatkan tidur yang nyenyak. 

Kamu mau tidur lebih nyenyak malam ini? Tips tidur nyenyak sesuai penelitian berikut bisa membantu. Menurut penelitian suara-suara tertentu bisa menjadi terapi untuk membuat orang mudah tertidur dengan lelap dan cepat. 

Suara alam seperti deburan ombak, gemuruh atau tetesan hujan dikenali otak sebagai suara yang 'tidak menimbulkan ancaman'. Dijelaskan salah seorang associate professor dari Pennsylvania State University, suara-suara tersebut bisa mem-blok suara lain yang meningkatkan kewaspadaan seperti klakson mobil atau lengkingan.

Orfeu Buxton, associate professor yang mendalami bidang kesehatan biobehavioral (berkaitan dengan biologi, sosial, perilaku dan lingkungan) melakukan studi dengan mengamati perbedaan antara suara yang berbunyi secara tiba-tiba dengan suara yang munculnya bertahap. Percobaan dilakukan di sebuah rumah sakit dengan memasang alarm yang memunculkan berbagai macam suara. 

Alarm dengan bunyi helikopter yang cenderung datar dan bertahap tidak membuat para pasien rumah sakit segera terbangun. Sementara ketika dipasang alarm berbunyi deringan telepon, pasien lebih sering bangun dan tidak bisa tidur nyenyak. Suara yang menghentak seperti deringan telepon atau klakson, ternyata memicu otak untuk aktif. 


Hasil gambar untuk ilustrasi tips tidur

"Kita adalah mamalia, tapi juga primata. Primata akan memperingatkan kelompoknya ketika ada ancaman atau teriakan yang mengindikasikan bahwa ada salah satu dari kelompok mereka yang telah dimangsa. Kemudian otak akan mengaktifkan sistem kewaspadaan pada tubuh," jelas Orfeu seperti dikutip dari Live Science.

Efek yang berbeda ditemukan pada suara-suara konstan dan datar seperti gemericik air, deburan ombak, tetesan hujan atau baling-baling helikopter. Suara-suara tersebut menimbulkan efek menenangkan dan bisa mengalihkan suara keras agar tidak ditangkap otak. Ketika mendengarkan suara-suara ini tidur nyenyak lebih mudah didapat.

"Suara yang pelan, menderu, bukanlah suara ancaman maka dari itu efektif untuk menenangkan orang. Seperti sedang berkata: 'Jangan khawatir, jangan khawatir, jangan khawatir'. Tipe suara ini bisa menentukan apakah Anda akan bangun atau tidak, mengontrol volume, karena informasi suara diproses secara berbeda oleh otak," urai Orfeu.

Tips mendengarkan suara konstan ini bisa membantu kamu yang kesulitan mencari cara untuk mengatasi keluhan susah tidur. Cara yang sama juga dapat dicoba untuk mereka yang insomnia. Selamat mencoba.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Abash Terlihat Lelah saat Foto Bareng, Lucinta Luna: Abis 3 Ronde! Dibalas Warganet Gila ya Ini Orang

Kisah asmara  Lucinta Luna  dan  Abash   memang kerap menjadi buah bibir warganet di dunia maya. Seperti potret foto yang baru-baru ini diunggah Lucinta di- feed  Instagramnya. Dari foto tersebut diketahui Lucinta Luna dan pacarnya Abash sedang menikmati jamuan di sebuah restoran mewah. Tak sendiri, mereka juga tampak ditemani salah satu sahabatnya. Sayangnya, banyak warganet justru gagal fokus dengan ekspresi yang ditampilkan Abash. Ini lantaran, kekasih Lucinta Luna terlihat sangat lelah. Seolah menjawab penasaran warganet, Lucinta Luna pun langsung memberikan penjelasan. "Quality time @pranataputri_pranas. Sayangku @a13ash mukanya kelelahan yaa abis 3 ronde,"  ungkap Lucinta Luna. Pengakuan penyanyi lagu  Jom Jom Manjalita  itu tentu langsung diserbu komentar warganet. Selain itu, tak sedikit warganet yang justru tambah penasaran atas ungkapan Lucinta Luna. "Wedang ronde kali ah," ...

Benarkah Sering Konsumsi Cabe Bubuk Menyebabkan Difteri?

Belakangan ini beredar pesan berantai yang mengingatkan bahwa mengonsumsi cabe bubuk yang kerap digunakan dalam jajanan seperti tahu crispy, kentang goreng, atau cilok bisa menyebabkan difteri akibat tercemar kencing tikus . Bahkan disebutkan difteri jadi Kejadian Luar Biasa (KLB) di Jakarta dengan korban ratusan jiwa. Dalam akun instagram resmi Dinas Kesehatan DKI telah ditegaskan bahwa berita tersebut adalah hoaks. Pihak Dinkes DKI meminta jika ada yang menerima informasi tersebut, sudah dipastikan hoaks dan tidak berasal dari Dinkes DKI. Senada dengan Dinkes DKI, ahli pencernaan dan dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof dr Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH, MMB menyebut berita KLB tersebut hoaks. "Tentang KLB Difteri hoaks. Berita cabe kering kena kotoran tikus juga Hoaks," kata dr Ari. Dr Ari juga menegaskan bahwa konsumsi cabe bubuk tidak akan menyebabkan difteri. Namun jika terlalu sering mengonsumsinya maka bisa menyebabkan diare pada orang yan...

Ingat 6 Tips Ini Agar Anda Tidak Mudah Jatuh atau Terpeleset di Rumah

Setiap orang pasti pernah terjatuh atau terpeleset setidaknya sekali seumur hidup. Entah terjungkal dari posisi berdiri ke duduk, terpeleset saat lari, atau tergelincir jatuh saat turun tangga. Ketelodoran ini tidak melulu masalah lansia. Apalagi memang jika suka kurang awas dengan keadaan sekitar saat berjalan. Anda juga sering jatuh? Tenang… Nyatanya ada berbagai cara mudah, kok, untuk mencegah jatuh dan terpeleset! Simak rahasianya di sini. Kiat jitu mencegah jatuh dan terpeleset Berikut beberapa cara sederhana yang bisa Anda lakukan untuk mencegah jatuh dan terpeleset. 1. Pastikan pencahayaan ruangan bagus Kebanyakan orang gampang terpeleset karena kurang awas dengan lingkungan sekitarnya yang remang-remang. Bila perlu, pasanglah bola lampu yang lebih terang buat di setiap ruangan. Terutama di area tangga, lorong-lorong sempit, juga ruangan yang rentan lembap seperti kamar mandi dan dapur. Rumah yang terang karena pencahayaannya memadai membantu Anda melihat sekitar den...