Langsung ke konten utama

Penyebab Kaki Kesemutan


Duduk atau berdiri dalam posisi yang sama selama berjam-jam kadang bisa membuat kaki kesemutan. Ketika harus jalan kaki, tentu saja Anda akan merasa tidak nyaman karena rasa kebas dan sensasi geli. Nah, sebenarnya apa saja sih penyebab kaki kesemutan? Nyatanya, bukan hanya karena Anda diam dalam posisi yang lama, lho. Mungkin saja kaki kebas dan kesemutan jadi tanda dari suatu masalah kesehatan tertentu

Penyebab kaki kesemutan

Kebanyakan orang menganggap kaki kebas dan kesemutan bukanlah hal yang berbahaya dan memilih untuk membiarkannya hingga rasa itu hilang sendiri. Namun, pernahkah Anda tiba-tiba merasa kesemutan di kaki tanpa ada penyebab? Jika hal itu terjadi, mungkin penyebab kaki kesemutan adalah masaah kesehatan tertentu.

1. Saraf terjepit

Biasanya, orang yang merasakan kesemutan pada kaki disebabkan oleh saraf yang terjepit. Hal tersebut kemungkinan besar berasal dari cedera atau pembengkakan yang terkadang kita tidak tahu apa penyebabnya. Selain itu, kurang bergerak juga dapat menyebabkan saraf terjepit.

2. Racun

Tanpa disadari, ada banyak racun yang masuk ke tubuh, entah karena terserap melalui kulit atau dari berbagai makanan yang tercemar. Racun yang menyerap melalui kulit, seperti arsenik , merkuri, atau bahkan zat-zat yang berasal dari lem.

Nah, racun ini yang kemudian bisa menyebabkan beberapa bagian tubuh terasa kebas dan kesemutan, termasuk pada kaki.

3. Konsumsi alkohol

Orang yang terlalu banyak mengonsumsi alkohol biasanya  akan merasa kakinya kesemutan. Jadi, kadar alkohol yang berlebihan di dalam tubuh ini akan memengaruhi jaringan saraf hingga memicu rasa geli dan sakit. Rasa itulah yang kita sebut sebagai kesemutan.

4. Cedera pada sendi

Cedera pada sendi atau yang biasa disebut repetitive strain injuries (RSI) terjadi akibat dari melakukan aktivitas fisik berulang-ulang tanpa istirahat. Kondisi ini membuat otot-otot tegang dan sakit. Selain itu, terlalu lama berada di depan komputer juga dapat memicu cedera pada sendi yang dapat menyebabkan kaki kesemutan. 

5. Efek samping obat

Beberapa pengobatan tertentu sering kali menyebabkan efek samping yang tidak mengenakkan. Salah satunya rasa geli-geli sakit pada kaki akibat konsumsi obat, seperti obat untuk kanker, kejang, atau tekanan darah tinggi. 

6. Usia lanjut

Usia bisa jadi salah satu penyebab dari kaki kesemutan. Biasanya orang yang berusia sekitar 60 tahun ke atas, akan lebih sering mengalami hal ini. Sering kali mereka yang sudah lanjut usia mengalami gejala kesemutan, kebas, sulit berdiri dan berjalan karena rasa kesemutan tersebut.

7. Kurang vitamin

Kekurangan vitamin B1, B6, B12, atau niasin bisa menyebabkan rasa kebas dan kesemutan pada kaki. Hal tersebut dikarenakan vitamin-vitamin tersebut sangat penting untuk fungsi saraf pada tubuh. Mulailah memakan makanan yang sehat atau jika tidak ada waktu bisa mulai mengonsumsi suplemen vitamin yang dapat dibeli tanpa resep dokter.

Jika rasa kebas dan kesemutan pada kaki masih terus berlanjut bahkan semakin parah, dan penyebab di atas bukan menjadi jawaban Anda, maka lebih baik segera konsultasikan kepada dokter untuk mengetahui apa penyebabnya dan bagaimana cara mengobati rasa sakit tersebut. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terkadang Orang Dewasa Memang Susah di Pahami Ada Saja Tingkahnya

Bagi anak-anak, bermain merupakan salah satu hal yang mengasyikkan. Banyak sekali arena permainan yang bisa dinikmati anak-anak, seperti seluncuran, baby swing, dan banyak permainan lainnya. Namun apa jadinya kalau arena bermain tersebut dilmainkan oleh orang dewasa? Tentu akan timbulkan banyak masalah, seperti terjebak pada arena permainan karena ukuran tubuh dan arena tidak sebanding. Hal itu benar adanya karena hingga sekarang masih banyak orang dewasa yang bermain di arena anak-anak. Mungkin saja para orang dewasa ingin nostagia, namun hal itu malah timbulkan masalah. Berikut potret orang dewasa yang justru terjebak di arena bermain anak-anak seperti di lansir dari Boredpanda, Senin (27/5/2019). 1. Terjebak di seluncuran Seluncuran menjadi permainan yang begitu menarik bagi anak-anak. Sensasi saat berseluncur menjadi alasan mengapa permainan ini seru. Namun jangan sesekali mencoba permainan tersebut ketika sudah dewasa seperti ...

Benarkah Sering Konsumsi Cabe Bubuk Menyebabkan Difteri?

Belakangan ini beredar pesan berantai yang mengingatkan bahwa mengonsumsi cabe bubuk yang kerap digunakan dalam jajanan seperti tahu crispy, kentang goreng, atau cilok bisa menyebabkan difteri akibat tercemar kencing tikus . Bahkan disebutkan difteri jadi Kejadian Luar Biasa (KLB) di Jakarta dengan korban ratusan jiwa. Dalam akun instagram resmi Dinas Kesehatan DKI telah ditegaskan bahwa berita tersebut adalah hoaks. Pihak Dinkes DKI meminta jika ada yang menerima informasi tersebut, sudah dipastikan hoaks dan tidak berasal dari Dinkes DKI. Senada dengan Dinkes DKI, ahli pencernaan dan dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof dr Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH, MMB menyebut berita KLB tersebut hoaks. "Tentang KLB Difteri hoaks. Berita cabe kering kena kotoran tikus juga Hoaks," kata dr Ari. Dr Ari juga menegaskan bahwa konsumsi cabe bubuk tidak akan menyebabkan difteri. Namun jika terlalu sering mengonsumsinya maka bisa menyebabkan diare pada orang yan...

Studi : Sarapan dengan Eskrim dapat Tingkatkan Kerja Otak?

Bagi Anda yang bingung sarapan dengan menu pagi di pagi ini, pernah terpikir menu es krim ? Peneliti asal Jepang mengungkapkan makan es krim di pagi hari berpengaruh terhadap kinerja otak dan kesehatan mental. Peneliti dari Kyorin University Tokyo melakukan studi terhadap efek sarapan dengan es krim. Rupanya, sarapan es krim mampu 'membangunkan' otak terutama saat dikonsumsi setelah bangun tidur. Otak akan kaget dan langsung bekerja aktif setelah gigitan pertama es krim masuk dalam mulutmu. Makanan dingin ini juga meningkatkan kapasitas mental seseorang. Jadi, mengonsumsi es krim setelah bangun tidur bisa meningkatkan kerja otak dan kesehatan mental. Peneliti juga melakukan beberapa percobaan untuk memberikan bukti tersebut. Mereka membagi kelompok objek penelitian ke dalam dua bagian. Satu kelompok partisipan diberi es krim setelah bangun di pagi hari. Sedangkan kelompok lainnya tidak diberi. Hasilnya, partisipan yang menyantap es krim saat bangun di pagi hari cenderun...