Langsung ke konten utama

China Perkenalkan Kloning Kucing Pertamanya Seharga Rp 491,5 Juta

Pengusaha asal China mengkloning kucingnya yang sudah mati. Foto ilustrasi: iStock

Seorang pengusaha China, Huang Yu (22) telah kehilangan kucing kesayangannya, Garlic. Kucing jenis British shorthair itu mati pada Januari lalu saat berusia 2 tahun dan menguburnya di dekat rumahnya.

Merasa tidak dapat hidup tanpa Garlic, Yu pun memutuskan untuk membuat Garlic hidup kembali dengan teknologi kloning. Ia meminta Sinogene, perusahaan kloning hewan di Beijing untuk membuat mengkloning kucing pertamanya.

"Dalam hatiku, Garlic tidak tergantikan. Garlic tidak meninggalkan apapun di masa mendatang, jadi aku hanya bisa memilih untuk mengkloningnya," kata Yu dikutip dari NY Times.

Merogoh biaya sekitar 35 ribu dollar atau setara dengan Rp 491,5 juta, para ilmuwan berhasil menciptakan Garlic 2.0 pada 21 Juli lalu. Para ilmuwan mengambil sel-sel kulit Garlic dan menanamkannya ke sel telur kucing, teknik ini menghasilkan 40 embrio kloning.

Chen Benchi, kepala tim eksperimen Sinogene mengatakan bahwa embrio-embrio itu ditempatkan pada empat kucing pengganti atau yang biasa disebut surrogate mother. Tiga di antaranya mengalami keguguran dan satu berhasil menghasilkan kloningan Garlic.

Kepala eksekutif Sinogene, Mi Jidong mengatakan perusahaannya memutuskan untuk mulai mengkloning hewan peliharaan pada 2015 setelah melakukan survei terhadap sekitar 1.000 orang yang menunjukkan adanya permintaan tersebut.

Selama ini, perusahaan itu telah mengkloning lebih dari 40 anjing dengan biaya masing-masing sekitar 53 dolar atau setara dengan Rp 744 juta, serta beberapa hewan peliharaan lain untuk penelitian medis.

"Apapun asal-usul hewan peliharaan, pemilik akan melihatnya sebagai bagian dari keluarga. Kloning hewan peliharaan memenuhi kebutuhan emosional generasi muda," ungkapnya.

Untuk ke depannya, Sinogene memiliki ambisi lebih besar daripada hewan peliharaan. Mi mengatakan tujuan besarnya berikutnya adalah mengkloning hewan-hewan yang terancam punah, termasuk panda dan harimau China Selatan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terkadang Orang Dewasa Memang Susah di Pahami Ada Saja Tingkahnya

Bagi anak-anak, bermain merupakan salah satu hal yang mengasyikkan. Banyak sekali arena permainan yang bisa dinikmati anak-anak, seperti seluncuran, baby swing, dan banyak permainan lainnya. Namun apa jadinya kalau arena bermain tersebut dilmainkan oleh orang dewasa? Tentu akan timbulkan banyak masalah, seperti terjebak pada arena permainan karena ukuran tubuh dan arena tidak sebanding. Hal itu benar adanya karena hingga sekarang masih banyak orang dewasa yang bermain di arena anak-anak. Mungkin saja para orang dewasa ingin nostagia, namun hal itu malah timbulkan masalah. Berikut potret orang dewasa yang justru terjebak di arena bermain anak-anak seperti di lansir dari Boredpanda, Senin (27/5/2019). 1. Terjebak di seluncuran Seluncuran menjadi permainan yang begitu menarik bagi anak-anak. Sensasi saat berseluncur menjadi alasan mengapa permainan ini seru. Namun jangan sesekali mencoba permainan tersebut ketika sudah dewasa seperti ...

Benarkah Sering Konsumsi Cabe Bubuk Menyebabkan Difteri?

Belakangan ini beredar pesan berantai yang mengingatkan bahwa mengonsumsi cabe bubuk yang kerap digunakan dalam jajanan seperti tahu crispy, kentang goreng, atau cilok bisa menyebabkan difteri akibat tercemar kencing tikus . Bahkan disebutkan difteri jadi Kejadian Luar Biasa (KLB) di Jakarta dengan korban ratusan jiwa. Dalam akun instagram resmi Dinas Kesehatan DKI telah ditegaskan bahwa berita tersebut adalah hoaks. Pihak Dinkes DKI meminta jika ada yang menerima informasi tersebut, sudah dipastikan hoaks dan tidak berasal dari Dinkes DKI. Senada dengan Dinkes DKI, ahli pencernaan dan dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof dr Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH, MMB menyebut berita KLB tersebut hoaks. "Tentang KLB Difteri hoaks. Berita cabe kering kena kotoran tikus juga Hoaks," kata dr Ari. Dr Ari juga menegaskan bahwa konsumsi cabe bubuk tidak akan menyebabkan difteri. Namun jika terlalu sering mengonsumsinya maka bisa menyebabkan diare pada orang yan...

Studi : Sarapan dengan Eskrim dapat Tingkatkan Kerja Otak?

Bagi Anda yang bingung sarapan dengan menu pagi di pagi ini, pernah terpikir menu es krim ? Peneliti asal Jepang mengungkapkan makan es krim di pagi hari berpengaruh terhadap kinerja otak dan kesehatan mental. Peneliti dari Kyorin University Tokyo melakukan studi terhadap efek sarapan dengan es krim. Rupanya, sarapan es krim mampu 'membangunkan' otak terutama saat dikonsumsi setelah bangun tidur. Otak akan kaget dan langsung bekerja aktif setelah gigitan pertama es krim masuk dalam mulutmu. Makanan dingin ini juga meningkatkan kapasitas mental seseorang. Jadi, mengonsumsi es krim setelah bangun tidur bisa meningkatkan kerja otak dan kesehatan mental. Peneliti juga melakukan beberapa percobaan untuk memberikan bukti tersebut. Mereka membagi kelompok objek penelitian ke dalam dua bagian. Satu kelompok partisipan diberi es krim setelah bangun di pagi hari. Sedangkan kelompok lainnya tidak diberi. Hasilnya, partisipan yang menyantap es krim saat bangun di pagi hari cenderun...