Langsung ke konten utama

Olahraga Lari Berbahaya bagi Obesistas

Berat badan memang kerap menjadi permasalahan banyak orang, terutama kelebihan berat badan. Untuk mengukur berat badan ideal bisa menggunakan indeks massa tubuh (IMT), di mana di bawah 18,5 dikategorikan berat badan kurang, angka 18,5-24,9 dikategorikan berat badan normal, angka 25-29,9 dikategorikan memiliki kelebihan berat badan, sedangkan di atas 30 disebut obesitas.

Obesitas bukan hanya permasalahan penampilan, kesehatan fisik pun terancam. Untuk mengatasinya, orang dengan obesitas disarankan untuk berolahraga. Namun, dokter spesialis kedokteran olahraga dr Zaini K Saragih, SpKO tidak memperbolehkan orang dengan obesitas berolahraga yang mengandung gerakan melompat.

Ilustrasi orang dengan obesitas berolahraga. Foto: iStock

"Kalau BMI-nya (body mass index atau indeks massa tubuh) di atas 30, dia ga boleh olahraga yg ada lompatnya, seperti lari," ujarnya saat ditemui di Gedung Adhyatma Kemenkes RI, Jl Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (4/9/2019).

"Kalau jalan kaki boleh nggak? Boleh, soalnya kan nggak ada lompatnya," lanjut dr Zaini. 

Jalan kaki tidak mengandung gerakan melompat, sedangkan lari terdapat fase di mana kaki tidak menapak di tanah seperti melayang, kemudian terdapat fase kaki mendarat di tanah dalam selang waktu tertentu.

Menurut dr Zaini, fase mendarat ini yang disebut berbahaya. Saat mendarat, kaki akan menumpu empat kali berat badannya, yang mana akan membahayakan beberapa organ.

"Yang rusak bisa sendi, sendi lutut, otot-otot. Ujung-ujungnya bisa rematik," tutupnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Abash Terlihat Lelah saat Foto Bareng, Lucinta Luna: Abis 3 Ronde! Dibalas Warganet Gila ya Ini Orang

Kisah asmara  Lucinta Luna  dan  Abash   memang kerap menjadi buah bibir warganet di dunia maya. Seperti potret foto yang baru-baru ini diunggah Lucinta di- feed  Instagramnya. Dari foto tersebut diketahui Lucinta Luna dan pacarnya Abash sedang menikmati jamuan di sebuah restoran mewah. Tak sendiri, mereka juga tampak ditemani salah satu sahabatnya. Sayangnya, banyak warganet justru gagal fokus dengan ekspresi yang ditampilkan Abash. Ini lantaran, kekasih Lucinta Luna terlihat sangat lelah. Seolah menjawab penasaran warganet, Lucinta Luna pun langsung memberikan penjelasan. "Quality time @pranataputri_pranas. Sayangku @a13ash mukanya kelelahan yaa abis 3 ronde,"  ungkap Lucinta Luna. Pengakuan penyanyi lagu  Jom Jom Manjalita  itu tentu langsung diserbu komentar warganet. Selain itu, tak sedikit warganet yang justru tambah penasaran atas ungkapan Lucinta Luna. "Wedang ronde kali ah," ...

Yuk di Simak 5 Fakta Unik Mobil Dari yang Ada 30Ribu Bagian Mobil Hingga Kapan Pertama Kali Tabrakan Mobli Terjadi

Pengetahuan soal  mobil  tidak melulu berkaitan dengan teknis. Hal-hal menarik seperti  fakta unik , malah sering jadi bahasan menarik. Seperti 5 Fakta unik tentang mobil, yang bikin kamut terlihat cerdas ini. 1. Parkir Mobil Seperti dilansir  CarBuzz , 95 persen kehidupan mobil adalah di tempat parkir, lho. Meskipun kita sering terjebak di tengah kemacetan, mobil lebih banyak menghabiskan waktunya dengan terparkir. 2. Penemu Cruise Control Ternyata Tunanetra Faktanya, penemu fitur cruise control yang jamak ditemui di mobil-mobil keluaran terbaru, adalah seorang tunanetra bernama Ralph Teetor. Pria asal Amerika Serikat itu mengalami tunanetra sejak usia 5 tahun. Penemuan Ralph bermula ketika ia sedang bepergian bersama pengacara pribadinya. Lulusan teknik mesin di University of Pennsylvania ini merasa terganggu ketika mobil berjalan dalam kecepatan yang tidak stabil, dan dari situlah ia menciptakan perangkat kontrol kecepatan yang ktia kenal dengan ...

Benarkah Sering Konsumsi Cabe Bubuk Menyebabkan Difteri?

Belakangan ini beredar pesan berantai yang mengingatkan bahwa mengonsumsi cabe bubuk yang kerap digunakan dalam jajanan seperti tahu crispy, kentang goreng, atau cilok bisa menyebabkan difteri akibat tercemar kencing tikus . Bahkan disebutkan difteri jadi Kejadian Luar Biasa (KLB) di Jakarta dengan korban ratusan jiwa. Dalam akun instagram resmi Dinas Kesehatan DKI telah ditegaskan bahwa berita tersebut adalah hoaks. Pihak Dinkes DKI meminta jika ada yang menerima informasi tersebut, sudah dipastikan hoaks dan tidak berasal dari Dinkes DKI. Senada dengan Dinkes DKI, ahli pencernaan dan dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof dr Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH, MMB menyebut berita KLB tersebut hoaks. "Tentang KLB Difteri hoaks. Berita cabe kering kena kotoran tikus juga Hoaks," kata dr Ari. Dr Ari juga menegaskan bahwa konsumsi cabe bubuk tidak akan menyebabkan difteri. Namun jika terlalu sering mengonsumsinya maka bisa menyebabkan diare pada orang yan...