Langsung ke konten utama

Jangan Salah Pilih Air Dalam Membuat Susu atau Bubur ke Bayi

Tumbuh kembang optimal diperlukan selama periode 1.000 hari pertama kehidupan si kecil. Karenanya, ia memerlukan air minum alami untuk melarutkan susu atau makanan pendamping ASI. Sebab, sistem imunitas tubuh yang masih lemah mengharuskannya terjaga dari berbagai bakteri apapun.

Menurut Head of Medical Kalbe Nutritionals dr Muliaman Mansyur sistem imunitas tubuh bayi yang belum sempurna menyebabkannya rentan menderita diare. Itu terjadi ketika bayi sudah diperkenalkan dengan susu formula atau MPASI. Karena itu, penting memberi air pelarut yang sesuai dengan pencernaan tubuhnya.

"Kondisi ini disebut dengan food bourne disease, penyakit ini disebabkan karena mengkonsumsi makanan atau minuman yang tercemar. Pada anak sering penyebabnya dari sumber air bersih waktu membuat MPASI, air membuat susu formula, makanan bubur dan air minum," ujar dr Muliaman.

Banyak yang menganggap bahwa air yang dipakai sebagai pelarut bubur atau susu si kecil cukup dengan air kemasan atau air rebusan dari keran. Padahal, dikatakannya, pemilihan jenis air yang sesuai untuk menyiapkan susu atau makanan si kecil ini penting untuk melindungi nutrisinya.

"Kalau kita perhatikan label di susu maupun makanan yang dikonsumsi bayi dan anak sudah banyak kandungan zat gizi. Di antaranya adalah vitamin dan mineral, yang baik untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangannya," terang dr Muliaman.

Hasil gambar untuk ilustrasi anak kecil

"Apabila orang tua salah mengolah bahan-bahan untuk campuran susu atau membuat bubur si kecil, misal, memasaknya terlalu lama atau tidak menggunakan jenis air yang berkualitas baik. Tentunya ini akan memengaruhi kandungan gizinya," imbuhnya.

Maka dari itu, dr Muliaman menyarankan tiap orang tua perhatikan kebersihan sumber air dan kandungan air terutama saat mau melarutkan susu formula. Air demineral atau bebas mineral, air yang ideal untuk digunakan sebagai pelarut susu atau makanan pendamping ASI, karena tidak akan mengubah kemurnian nutrisinya.

Salah satu air demineral yang bisa dipilih adalah Morinaga Heiko+ Water. Air demineral ini sudah melalui 8 proses tahapan pengolahan sehingga terjamin secara kualitasnya. Proses tersebut di antaranya, air ini dipilih dari kedalaman sumber air pegunungan (artesian water source).

Morinaga Heiko+ Water tentu steril dan higienis karena bebas dari bakteri, virus, parasit, maupun jamur. Air demineral ini pun tidak akan mempengaruhi jumlah mineral dari makanan yang diolah menggunakan air.

Sehingga Morinaga Heiko+ Water pun memiliki berbagai manfaat dan dapat digunakan untuk melarutkan susu bubuk, bubur, biskuit bayi, dan makanan lainnya, serta dapat dikonsumsi langsung oleh seluruh anggota keluarga.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terkadang Orang Dewasa Memang Susah di Pahami Ada Saja Tingkahnya

Bagi anak-anak, bermain merupakan salah satu hal yang mengasyikkan. Banyak sekali arena permainan yang bisa dinikmati anak-anak, seperti seluncuran, baby swing, dan banyak permainan lainnya. Namun apa jadinya kalau arena bermain tersebut dilmainkan oleh orang dewasa? Tentu akan timbulkan banyak masalah, seperti terjebak pada arena permainan karena ukuran tubuh dan arena tidak sebanding. Hal itu benar adanya karena hingga sekarang masih banyak orang dewasa yang bermain di arena anak-anak. Mungkin saja para orang dewasa ingin nostagia, namun hal itu malah timbulkan masalah. Berikut potret orang dewasa yang justru terjebak di arena bermain anak-anak seperti di lansir dari Boredpanda, Senin (27/5/2019). 1. Terjebak di seluncuran Seluncuran menjadi permainan yang begitu menarik bagi anak-anak. Sensasi saat berseluncur menjadi alasan mengapa permainan ini seru. Namun jangan sesekali mencoba permainan tersebut ketika sudah dewasa seperti ...

Yuk di Simak 5 Fakta Unik Mobil Dari yang Ada 30Ribu Bagian Mobil Hingga Kapan Pertama Kali Tabrakan Mobli Terjadi

Pengetahuan soal  mobil  tidak melulu berkaitan dengan teknis. Hal-hal menarik seperti  fakta unik , malah sering jadi bahasan menarik. Seperti 5 Fakta unik tentang mobil, yang bikin kamut terlihat cerdas ini. 1. Parkir Mobil Seperti dilansir  CarBuzz , 95 persen kehidupan mobil adalah di tempat parkir, lho. Meskipun kita sering terjebak di tengah kemacetan, mobil lebih banyak menghabiskan waktunya dengan terparkir. 2. Penemu Cruise Control Ternyata Tunanetra Faktanya, penemu fitur cruise control yang jamak ditemui di mobil-mobil keluaran terbaru, adalah seorang tunanetra bernama Ralph Teetor. Pria asal Amerika Serikat itu mengalami tunanetra sejak usia 5 tahun. Penemuan Ralph bermula ketika ia sedang bepergian bersama pengacara pribadinya. Lulusan teknik mesin di University of Pennsylvania ini merasa terganggu ketika mobil berjalan dalam kecepatan yang tidak stabil, dan dari situlah ia menciptakan perangkat kontrol kecepatan yang ktia kenal dengan ...

Benarkah Sering Konsumsi Cabe Bubuk Menyebabkan Difteri?

Belakangan ini beredar pesan berantai yang mengingatkan bahwa mengonsumsi cabe bubuk yang kerap digunakan dalam jajanan seperti tahu crispy, kentang goreng, atau cilok bisa menyebabkan difteri akibat tercemar kencing tikus . Bahkan disebutkan difteri jadi Kejadian Luar Biasa (KLB) di Jakarta dengan korban ratusan jiwa. Dalam akun instagram resmi Dinas Kesehatan DKI telah ditegaskan bahwa berita tersebut adalah hoaks. Pihak Dinkes DKI meminta jika ada yang menerima informasi tersebut, sudah dipastikan hoaks dan tidak berasal dari Dinkes DKI. Senada dengan Dinkes DKI, ahli pencernaan dan dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof dr Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH, MMB menyebut berita KLB tersebut hoaks. "Tentang KLB Difteri hoaks. Berita cabe kering kena kotoran tikus juga Hoaks," kata dr Ari. Dr Ari juga menegaskan bahwa konsumsi cabe bubuk tidak akan menyebabkan difteri. Namun jika terlalu sering mengonsumsinya maka bisa menyebabkan diare pada orang yan...