Langsung ke konten utama

Tidur dengan Bantal Tinggi Ciri Orang Berpenyakit Jantung

Penyakit jantung merupakan penyakit yang kerap menjadi 'pembunuh' paling besar di Indonesia. Untuk mengantisipasinya, kenali gejala-gejala sakit jantung berikut ini.

Seseorang kerap membiarkan gejala awal sakit jantung dan baru panik ketika sudah cukup parah. Spesialis jantung RS Siloam Karawaci dr Vito A Damay, SpJP(K), menjelaskan gejala umum sakit jantung sebagai berikut:

Hasil gambar untuk ilustrasi sakit jantung

1. Sakit Dada dan Sakit Napas

Jantung berkaitan dengan fungsinya sebagai pompa darah. Sakit dada dan sesak napas merupakan gejala utama yang muncul saat pasien sedang beraktivitas. Ketika beraktivitas, pasien yang sakit jantung akan memompa darah lebih berat ketimbang saat diam saja.

Tapi tak semua sakit dada dan sesak napas merupakan gejala sakit jantung.

"Berhubungan dengan aktivitas. Kalau melakukan aktivitas, sakit tambah berat, kalau diam istirahat malah mereda. Kalau sakit itu rasanya seperti diremas dadanya, seperti ditindih, sampai rahang ngerasa kaku. Tangan kirinya umumnya kebas," kata dr Vito pada Kamis (12/9) lalu.

2. Keringat Dingin dan Mata Gelap

Keringat dingin dan mata gelap dapat menjadi gejala penyakit jantung. Namun, keduanya hanya merupakan keluhan yang menyertai gejala utamanya yaitu sesak napas dan sakit dada.

"Kadang-kadang enggak ngerasa berdebar tapi mau pingsan," ujar dr Vito.

3. Tidur dengan Posisi Bantal Lebih Tinggi

Orang dengan penyakit jantung bisa ditandai dengan kebiasaan tidur menggunakan bantal yang diposisikan lebih tinggi dari biasanya. Sebab jika tidur terlentang, napasnya akan jadi lebih sesak.

"Kalau sudah begitu, hati-hati biasanya masalah jantung. Gejala awalnya kalau jalan dia cepet capek dan ngos-ngosan. Kita bisa jadikan orang lain seusia kita sebagai patokan dan liat kalau orang seusia sama capek atau enggak," pungkas dr Vito.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terkadang Orang Dewasa Memang Susah di Pahami Ada Saja Tingkahnya

Bagi anak-anak, bermain merupakan salah satu hal yang mengasyikkan. Banyak sekali arena permainan yang bisa dinikmati anak-anak, seperti seluncuran, baby swing, dan banyak permainan lainnya. Namun apa jadinya kalau arena bermain tersebut dilmainkan oleh orang dewasa? Tentu akan timbulkan banyak masalah, seperti terjebak pada arena permainan karena ukuran tubuh dan arena tidak sebanding. Hal itu benar adanya karena hingga sekarang masih banyak orang dewasa yang bermain di arena anak-anak. Mungkin saja para orang dewasa ingin nostagia, namun hal itu malah timbulkan masalah. Berikut potret orang dewasa yang justru terjebak di arena bermain anak-anak seperti di lansir dari Boredpanda, Senin (27/5/2019). 1. Terjebak di seluncuran Seluncuran menjadi permainan yang begitu menarik bagi anak-anak. Sensasi saat berseluncur menjadi alasan mengapa permainan ini seru. Namun jangan sesekali mencoba permainan tersebut ketika sudah dewasa seperti ...

Benarkah Sering Konsumsi Cabe Bubuk Menyebabkan Difteri?

Belakangan ini beredar pesan berantai yang mengingatkan bahwa mengonsumsi cabe bubuk yang kerap digunakan dalam jajanan seperti tahu crispy, kentang goreng, atau cilok bisa menyebabkan difteri akibat tercemar kencing tikus . Bahkan disebutkan difteri jadi Kejadian Luar Biasa (KLB) di Jakarta dengan korban ratusan jiwa. Dalam akun instagram resmi Dinas Kesehatan DKI telah ditegaskan bahwa berita tersebut adalah hoaks. Pihak Dinkes DKI meminta jika ada yang menerima informasi tersebut, sudah dipastikan hoaks dan tidak berasal dari Dinkes DKI. Senada dengan Dinkes DKI, ahli pencernaan dan dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof dr Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH, MMB menyebut berita KLB tersebut hoaks. "Tentang KLB Difteri hoaks. Berita cabe kering kena kotoran tikus juga Hoaks," kata dr Ari. Dr Ari juga menegaskan bahwa konsumsi cabe bubuk tidak akan menyebabkan difteri. Namun jika terlalu sering mengonsumsinya maka bisa menyebabkan diare pada orang yan...

Studi : Sarapan dengan Eskrim dapat Tingkatkan Kerja Otak?

Bagi Anda yang bingung sarapan dengan menu pagi di pagi ini, pernah terpikir menu es krim ? Peneliti asal Jepang mengungkapkan makan es krim di pagi hari berpengaruh terhadap kinerja otak dan kesehatan mental. Peneliti dari Kyorin University Tokyo melakukan studi terhadap efek sarapan dengan es krim. Rupanya, sarapan es krim mampu 'membangunkan' otak terutama saat dikonsumsi setelah bangun tidur. Otak akan kaget dan langsung bekerja aktif setelah gigitan pertama es krim masuk dalam mulutmu. Makanan dingin ini juga meningkatkan kapasitas mental seseorang. Jadi, mengonsumsi es krim setelah bangun tidur bisa meningkatkan kerja otak dan kesehatan mental. Peneliti juga melakukan beberapa percobaan untuk memberikan bukti tersebut. Mereka membagi kelompok objek penelitian ke dalam dua bagian. Satu kelompok partisipan diberi es krim setelah bangun di pagi hari. Sedangkan kelompok lainnya tidak diberi. Hasilnya, partisipan yang menyantap es krim saat bangun di pagi hari cenderun...