Langsung ke konten utama

Yang Suka Minum Minuman Ber"BUBBLE" Sudah Tahu Belum Apa Efeknya?

Seorang remaja 14 tahun di China dilaporkan harus mendapat perawatan intensif setelah mengalami masalah di perutnya selama lima hari. 

Berdasarkan pemberitaan media lokal, gadis yang tinggal di Provinsi Zhejiang itu mengeluh mengalami sembelit, tidak bisa makan dan terus-menerus sakit perut.


Dilansir Asia One via Straits Times Jumat (7/6/2019), orangtua gadis yang tak disebutkan identitasnya itu akhirnya membawa anaknya ke rumah sakit pada 28 Mei. Karena tak bisa menentukan penyebab masalah pencernaannya, dokter memutuskan melakukan pemeriksaan tomografi terkomputerisasi (CT) di perutnya. 


Pemindaian CT menunjukkan bola mutiara dalam bubble tea terlihat di perut seorang gadis di China yang mengalami sembelit selama lima hari.


Di dalam perut, dokter menemukan bayangan bola tak biasa yang mereka duga sebagai mutiara tapioka tak tercerna dalam jumlah besar, sekitar 100 butir, dari bubble tea yang dia konsumsi. Ketika didesak, remaja itu awalnya tidak mau mengaku. 


Namun, dia kemudian mengatakan meminum bubble tea. Tetapi dia bersikeras hanya mengonsumsi segelas sebelum kejadian. Namun, Dr Zhang Louzhen yang merawatnya jelas tak percaya. Dia menduga gadis itu tidak bersedia menjawab jujur karena takut bakal dihukum orangtuanya. 


Dari kondisinya yang sedemikian parah itu, Zhang berasumsi remaja itu sudah meminum banyak bubble tea namun tidak diberitahukan kepada orangtuanya. Dokter pun memberikan resep obat pencahar supaya sembelit yang dirasakan oleh gadis itu bisa mereda. 


Dokter lain di rumah sakit yang diwawancarai media lokal mengungkapkan bahwa bubble tea atau boba yang dibuat dari tepung kanji cenderung susah dicerna oleh tubuh. 


Dilansir Epoch Times, pada 2015 juga terjadi skandal yang melibatkan mutiara di bubble tea dengan korbannya adalah jurnalis televisi di Provinsi Shandong. Dari pemindaian CT, diketahui ada mutiara di perutnya. Berdasarkan investigasi, diketahui "mutiara" tapioka itu berasal dari ban bekas serta sol sepatu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terkadang Orang Dewasa Memang Susah di Pahami Ada Saja Tingkahnya

Bagi anak-anak, bermain merupakan salah satu hal yang mengasyikkan. Banyak sekali arena permainan yang bisa dinikmati anak-anak, seperti seluncuran, baby swing, dan banyak permainan lainnya. Namun apa jadinya kalau arena bermain tersebut dilmainkan oleh orang dewasa? Tentu akan timbulkan banyak masalah, seperti terjebak pada arena permainan karena ukuran tubuh dan arena tidak sebanding. Hal itu benar adanya karena hingga sekarang masih banyak orang dewasa yang bermain di arena anak-anak. Mungkin saja para orang dewasa ingin nostagia, namun hal itu malah timbulkan masalah. Berikut potret orang dewasa yang justru terjebak di arena bermain anak-anak seperti di lansir dari Boredpanda, Senin (27/5/2019). 1. Terjebak di seluncuran Seluncuran menjadi permainan yang begitu menarik bagi anak-anak. Sensasi saat berseluncur menjadi alasan mengapa permainan ini seru. Namun jangan sesekali mencoba permainan tersebut ketika sudah dewasa seperti ...

Benarkah Sering Konsumsi Cabe Bubuk Menyebabkan Difteri?

Belakangan ini beredar pesan berantai yang mengingatkan bahwa mengonsumsi cabe bubuk yang kerap digunakan dalam jajanan seperti tahu crispy, kentang goreng, atau cilok bisa menyebabkan difteri akibat tercemar kencing tikus . Bahkan disebutkan difteri jadi Kejadian Luar Biasa (KLB) di Jakarta dengan korban ratusan jiwa. Dalam akun instagram resmi Dinas Kesehatan DKI telah ditegaskan bahwa berita tersebut adalah hoaks. Pihak Dinkes DKI meminta jika ada yang menerima informasi tersebut, sudah dipastikan hoaks dan tidak berasal dari Dinkes DKI. Senada dengan Dinkes DKI, ahli pencernaan dan dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof dr Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH, MMB menyebut berita KLB tersebut hoaks. "Tentang KLB Difteri hoaks. Berita cabe kering kena kotoran tikus juga Hoaks," kata dr Ari. Dr Ari juga menegaskan bahwa konsumsi cabe bubuk tidak akan menyebabkan difteri. Namun jika terlalu sering mengonsumsinya maka bisa menyebabkan diare pada orang yan...

Studi : Sarapan dengan Eskrim dapat Tingkatkan Kerja Otak?

Bagi Anda yang bingung sarapan dengan menu pagi di pagi ini, pernah terpikir menu es krim ? Peneliti asal Jepang mengungkapkan makan es krim di pagi hari berpengaruh terhadap kinerja otak dan kesehatan mental. Peneliti dari Kyorin University Tokyo melakukan studi terhadap efek sarapan dengan es krim. Rupanya, sarapan es krim mampu 'membangunkan' otak terutama saat dikonsumsi setelah bangun tidur. Otak akan kaget dan langsung bekerja aktif setelah gigitan pertama es krim masuk dalam mulutmu. Makanan dingin ini juga meningkatkan kapasitas mental seseorang. Jadi, mengonsumsi es krim setelah bangun tidur bisa meningkatkan kerja otak dan kesehatan mental. Peneliti juga melakukan beberapa percobaan untuk memberikan bukti tersebut. Mereka membagi kelompok objek penelitian ke dalam dua bagian. Satu kelompok partisipan diberi es krim setelah bangun di pagi hari. Sedangkan kelompok lainnya tidak diberi. Hasilnya, partisipan yang menyantap es krim saat bangun di pagi hari cenderun...