Langsung ke konten utama

Tak Bertulang, Kenapa Pria Bisa Berereksi ?

https://pokerdw19.com/

Penis adalah organ seksual laki-laki. Organ ini memiliki keunikan karena dapat ‘mengeras’ atau ‘tegak’ ketika mendapat stimulasi atau rangsangan. Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa hal tersebut bisa terjadi?

Sebagai organ intim, tentunya ereksi pada penis ini sangat diperlukan agar bisa menjaga kehamonisan Anda dan pasangan. Kadang kala, ketika diberi rangsangan pun, penis tidak dapat ereksi dengan baik. Kondisi ini disebut disfungsi seksual alias impotensi. Kalau begitu, bagaimana sesungguhnya cara kerja ereksi yang terjadi pada penis?

Bagaimana cara kerja penis?

Penis terdiri dari beberapa bagian. Bagian-bagian ini akan bekerja satu sama lain dalam proses terjadinya ereksi. Bagian-bagian penis di antaranya adalah:
  • Kepala penis: terletak di paling ujung penis. Terdapat perbedaan kepala penis pada laki-laki yang disunat dan yang tidak disunat. Pada kepala penis yang tidak disunat, terdapat jaringan lembap dan berwarna pink yang disebut mukosa, maka dari itu kepala penis tertutupi oleh mukosa ini. Sedangkan pada kepala penis yang disunat, terjadi perubahan mukosa menjadi kulit kering ketika kulup mengalami pembedahan.
  •  Corpus cavemosum: dua ruang jaringan yang berada di sepanjang sisi penis. Bagian ini ikut berperan dalam ereksi, sebab darah mengisi jaringan ini.
  • Corpus spongiosum: seperti jaringan yang terletak di sepanjang bagian depan dan berakhir di kepala penis, bagian ini juga berkontribusi terjadinya ereksi.
  • Urethra: letaknya melalui corpus spongiosum. Di sini urin akan dikeluarkan oleh tubuh.
Bagaimana prosesnya hingga penis bisa ereksi?

Proses terjadinya ereksi memang terlihat mudah, cukup dengan memicu gairah seksual, tunggu beberapa menit atau bahkan detik, lalu penis pun ‘tegak’. Namun proses di balik itu semua ternyata cukup panjang, Inilah alasan penis bisa ‘tegak’ walaupun tidak ada tulang di dalamnya, berikut ini penjelasannya:

  1. Laki-laki mendapat stimulasi secara seksual – bisa berupa sentuhan, ingatan yang memicu gairah seksual, fantasi, bahkan suara – lalu hormon, otot, saraf dan pembuluh darah akan bekerja sehingga ereksi pun terjadi.
  2.  Bagian otak yang disebut para-ventricular nucleus akan mengirim sinyal lebih akibat rangsangan yang diperoleh.
  3. Sinyal-sinyal ini akan dibawa ke susum tulang belakang dengan melewati saraf otonomik khusus, lalu ke saraf panggul, cavernous nerves, yang mengalir melalui kelenjar prostat untuk mencapai corpora cavernosa dan arteri untuk mengisinya dengan darah.
  4. Setelah mendapat sinyal, serat otot di corpora cavernosa menjadi tenang sebagai respon dari rangsangan yang diterima, sehingga darah pun dapat mengisi ruang-ruang di dalam corpora cavernosa.
  5. Terjadi peningkatan sekitar delapan kali lipat dalam aliran darah ke penis. Peningkatan ini mempengaruhi pelebaran ruang sinusoidal pada corpora, dan meregangkan bagian sekitarnya (tunica – serat yang menyelubungi corpora cavernosa penis)
  6.   Ketika tunika meregang, menutup urat yang membawa pembuluh darah ke corpora cavernosa. Akhirnya darah terperangkap di dalam penis. Semakin lama, tekanannya semakin meningkat sehingga terjadilah ereksi pada penis.
  7. Otot-otot di dasar panggul berkontraksi di sekitar corpora cavernosa ketika ereksi berlangsung, sehingga tekanan darah meningkat dua kali di dalam sirkulasi utamanya.
  8. Sampai pada klimaks, terdapat dua hal yang dapat memicu orgasme dan kontraksi serat otot di corpora cavernosa serta arteri yang menyuplainya. Pertama, ketika orgasme, sinyal dari otak berubah drastis. Lalu, adanya peningkatan produksi noradrenaline dari saraf alat genital. Ini menyebabkan penurunan aliran darah pada penis.
  9. Penurunan tekanan pun terjadi di dalam corpora, yang mana juga merelaksasi bagian tunica, sehingga darah tidak terjebak lagi dan keluar dari penis. Penis menjadi ‘lembek’ kembali.
Apa yang menyebabkan penis tak bisa ereksi? 

Tidak jarang, ketika Anda telah mendapat rangsangan secara seksual, penis tak juga ereksi. Padahal, Anda biasanya tak merasa mengalami masalah disfungsi seksual. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kesulitan ereksi:
  •  Kecemasan. Terkadang Anda memikirkan takut tidak bisa ereksi, tidak bisa memuaskan pasangan, atau stres karena pemasalahan hidup yang Anda hadapi. Cemas dan stres dapat menganggu kerja hormon testoteron, sehingga otak, pembuluh darah, saraf tidak bisa mengirimkan dan melanjutkan sinyal-sinyal untuk lebih memproduksi hormon testoteron
  •  Malu atau kurang percaya diri. Anda mungkin akan merasa malu mengenai bentuk dan ukuran penis, atau bahkan performa Anda. Sehingga, rangsangan seksual pun tidak dapat direspon baik oleh saraf-saraf.
  •  Permasalahan dalam hubungan. Inilah hal yang perlu Anda pertanyakan pada diri Anda dan pasangan anda. Kurang ‘ikatan emosional’ antar kedua belah pihak membuat Anda tidak dapat menerima respon rangsangan dengan baik. Masalah dalam hubungan jika dibiarkan menumpuk akan mengganggu psikologis Anda, sehingga ketika berhubungan dengan pasangan, fantasi tentangnya terasa hambar. Jika memang ada permasalahan, sebaiknya Anda bicarakan baik-baik dengan pasangan Anda. 
Baca Juga : 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terkadang Orang Dewasa Memang Susah di Pahami Ada Saja Tingkahnya

Bagi anak-anak, bermain merupakan salah satu hal yang mengasyikkan. Banyak sekali arena permainan yang bisa dinikmati anak-anak, seperti seluncuran, baby swing, dan banyak permainan lainnya. Namun apa jadinya kalau arena bermain tersebut dilmainkan oleh orang dewasa? Tentu akan timbulkan banyak masalah, seperti terjebak pada arena permainan karena ukuran tubuh dan arena tidak sebanding. Hal itu benar adanya karena hingga sekarang masih banyak orang dewasa yang bermain di arena anak-anak. Mungkin saja para orang dewasa ingin nostagia, namun hal itu malah timbulkan masalah. Berikut potret orang dewasa yang justru terjebak di arena bermain anak-anak seperti di lansir dari Boredpanda, Senin (27/5/2019). 1. Terjebak di seluncuran Seluncuran menjadi permainan yang begitu menarik bagi anak-anak. Sensasi saat berseluncur menjadi alasan mengapa permainan ini seru. Namun jangan sesekali mencoba permainan tersebut ketika sudah dewasa seperti ...

Yuk di Simak 5 Fakta Unik Mobil Dari yang Ada 30Ribu Bagian Mobil Hingga Kapan Pertama Kali Tabrakan Mobli Terjadi

Pengetahuan soal  mobil  tidak melulu berkaitan dengan teknis. Hal-hal menarik seperti  fakta unik , malah sering jadi bahasan menarik. Seperti 5 Fakta unik tentang mobil, yang bikin kamut terlihat cerdas ini. 1. Parkir Mobil Seperti dilansir  CarBuzz , 95 persen kehidupan mobil adalah di tempat parkir, lho. Meskipun kita sering terjebak di tengah kemacetan, mobil lebih banyak menghabiskan waktunya dengan terparkir. 2. Penemu Cruise Control Ternyata Tunanetra Faktanya, penemu fitur cruise control yang jamak ditemui di mobil-mobil keluaran terbaru, adalah seorang tunanetra bernama Ralph Teetor. Pria asal Amerika Serikat itu mengalami tunanetra sejak usia 5 tahun. Penemuan Ralph bermula ketika ia sedang bepergian bersama pengacara pribadinya. Lulusan teknik mesin di University of Pennsylvania ini merasa terganggu ketika mobil berjalan dalam kecepatan yang tidak stabil, dan dari situlah ia menciptakan perangkat kontrol kecepatan yang ktia kenal dengan ...

Benarkah Sering Konsumsi Cabe Bubuk Menyebabkan Difteri?

Belakangan ini beredar pesan berantai yang mengingatkan bahwa mengonsumsi cabe bubuk yang kerap digunakan dalam jajanan seperti tahu crispy, kentang goreng, atau cilok bisa menyebabkan difteri akibat tercemar kencing tikus . Bahkan disebutkan difteri jadi Kejadian Luar Biasa (KLB) di Jakarta dengan korban ratusan jiwa. Dalam akun instagram resmi Dinas Kesehatan DKI telah ditegaskan bahwa berita tersebut adalah hoaks. Pihak Dinkes DKI meminta jika ada yang menerima informasi tersebut, sudah dipastikan hoaks dan tidak berasal dari Dinkes DKI. Senada dengan Dinkes DKI, ahli pencernaan dan dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof dr Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH, MMB menyebut berita KLB tersebut hoaks. "Tentang KLB Difteri hoaks. Berita cabe kering kena kotoran tikus juga Hoaks," kata dr Ari. Dr Ari juga menegaskan bahwa konsumsi cabe bubuk tidak akan menyebabkan difteri. Namun jika terlalu sering mengonsumsinya maka bisa menyebabkan diare pada orang yan...