Langsung ke konten utama

Usai Makan Roti dari Pengasuhnya, Balita 2 Tahun Meninggal Dunia Karena Ini

Ilustrasi bayi makan cokelat - (Pixabay/freestocks-photos)

Seorang balita usia 2 tahun asal Malaysia meninggal dunia setelah makan sepotong roti di rumah pengasuhnya.

Berdasarkan keterangan kepolisian setempat, balita 2 tahun itu meninggal dunia 3 hari setelah kejadian di Rumah Sakit Selayang, Malaysia.

Tim medis yang bertugas menyatakan balita 2 tahun yang meninggal akibat sepotong roti tiba di rumah sakit sudah dalam kondisi tidak sadarkan diri.

"Anak itu dibawa ke rumah sakit sekitar jam 10 pagi (waktu Malaysia) dalam keadaan tidak sadarkan diri setelah makan roti dari rumah pengasuhnya di Apartemen Nuri," kata Samsor Maaraf, kepala kepolisian yang bertugas dikutip dari Astro Awani.

Balita 2 tahun itu tak sadarkan diri setelah makan sepotong roti karena kehilangan napas dan sempat mendapat resusitasi, yakni pertolongan medis untuk mengembalikan pernapasan.




Sayangnya, balita 2 tahun itu tidak terselamatkan dan meninggal dunia sekitar setengah jam setelah dibawa ke rumah sakit.

Diagnosis akhir kematian balita 2 tahun tersebut akibat hipoksia iskemik ensefalopati.

"Punca kematian disebabkan oleh hipoksia iskemik ensefalopati dengan kegagalan fungsi organ yang menyebabkan kekurangan oksigen dan darah," ujarnya.

Melansir dari hellosehat.com, Hipoksia adalah suatu kondisi di mana jaringan tubuh Anda kekurangan oksigen. Kondisi ini disebabkan oleh hipoksemia, yaitu tingkat oksigen dalam darah Anda lebih rendah dari tingkat normal.

Hipoksia dan hipoksemia dapat menjadi gejala dari kondisi lain yang menyebabkan kesulitan bernapas dan sirkulasi darah. Kondisi ini juga bisa memengaruhi siapa pun di usia berapa pun

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terkadang Orang Dewasa Memang Susah di Pahami Ada Saja Tingkahnya

Bagi anak-anak, bermain merupakan salah satu hal yang mengasyikkan. Banyak sekali arena permainan yang bisa dinikmati anak-anak, seperti seluncuran, baby swing, dan banyak permainan lainnya. Namun apa jadinya kalau arena bermain tersebut dilmainkan oleh orang dewasa? Tentu akan timbulkan banyak masalah, seperti terjebak pada arena permainan karena ukuran tubuh dan arena tidak sebanding. Hal itu benar adanya karena hingga sekarang masih banyak orang dewasa yang bermain di arena anak-anak. Mungkin saja para orang dewasa ingin nostagia, namun hal itu malah timbulkan masalah. Berikut potret orang dewasa yang justru terjebak di arena bermain anak-anak seperti di lansir dari Boredpanda, Senin (27/5/2019). 1. Terjebak di seluncuran Seluncuran menjadi permainan yang begitu menarik bagi anak-anak. Sensasi saat berseluncur menjadi alasan mengapa permainan ini seru. Namun jangan sesekali mencoba permainan tersebut ketika sudah dewasa seperti ...

Benarkah Sering Konsumsi Cabe Bubuk Menyebabkan Difteri?

Belakangan ini beredar pesan berantai yang mengingatkan bahwa mengonsumsi cabe bubuk yang kerap digunakan dalam jajanan seperti tahu crispy, kentang goreng, atau cilok bisa menyebabkan difteri akibat tercemar kencing tikus . Bahkan disebutkan difteri jadi Kejadian Luar Biasa (KLB) di Jakarta dengan korban ratusan jiwa. Dalam akun instagram resmi Dinas Kesehatan DKI telah ditegaskan bahwa berita tersebut adalah hoaks. Pihak Dinkes DKI meminta jika ada yang menerima informasi tersebut, sudah dipastikan hoaks dan tidak berasal dari Dinkes DKI. Senada dengan Dinkes DKI, ahli pencernaan dan dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof dr Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH, MMB menyebut berita KLB tersebut hoaks. "Tentang KLB Difteri hoaks. Berita cabe kering kena kotoran tikus juga Hoaks," kata dr Ari. Dr Ari juga menegaskan bahwa konsumsi cabe bubuk tidak akan menyebabkan difteri. Namun jika terlalu sering mengonsumsinya maka bisa menyebabkan diare pada orang yan...

Studi : Sarapan dengan Eskrim dapat Tingkatkan Kerja Otak?

Bagi Anda yang bingung sarapan dengan menu pagi di pagi ini, pernah terpikir menu es krim ? Peneliti asal Jepang mengungkapkan makan es krim di pagi hari berpengaruh terhadap kinerja otak dan kesehatan mental. Peneliti dari Kyorin University Tokyo melakukan studi terhadap efek sarapan dengan es krim. Rupanya, sarapan es krim mampu 'membangunkan' otak terutama saat dikonsumsi setelah bangun tidur. Otak akan kaget dan langsung bekerja aktif setelah gigitan pertama es krim masuk dalam mulutmu. Makanan dingin ini juga meningkatkan kapasitas mental seseorang. Jadi, mengonsumsi es krim setelah bangun tidur bisa meningkatkan kerja otak dan kesehatan mental. Peneliti juga melakukan beberapa percobaan untuk memberikan bukti tersebut. Mereka membagi kelompok objek penelitian ke dalam dua bagian. Satu kelompok partisipan diberi es krim setelah bangun di pagi hari. Sedangkan kelompok lainnya tidak diberi. Hasilnya, partisipan yang menyantap es krim saat bangun di pagi hari cenderun...