Langsung ke konten utama

Bahaya Polusi Bagi Kesehatan Jika Terus Dihrup Tubuh

Kualitas udara DKI Jakarta masuk dalam kategori tidak sehat untuk kelompok sensitif, pada Kamis (31/10/2019) sore ini, berdasarkan informasi dari situs penyedia data polusi udara AirVisual pukul 17.17 WIB, kualitas udara Jakarta berstatus tidak sehat bagi kelompok sensitif.

Meski tidak berpengaruh untuk warga yang tubuhnya fit dan sehat, namun katanya apabila terus-menerus terkena paparan polusi udara ini dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh sehingga berisiko terkena penyakit jantung. Benarkah demikian?

Menurut Head of Medical Kalbe Nutritionals dr Muliaman Mansyur penyebab utama tingginya kolesterol pada tubuh adalah dari makanan sehari-hari yang dikonsumsi. Penyebab lain bisa karena penyakit bawaan, usia tua, obesitas dan faktor genetik.

"Polusi udara mungkin dihubungkan dengan asap rokok dan (kendaraan), di mana berbagai teori menjelaskan bagaimana hubungan langsung antara asap rokok maupun kendaraan dan polusi udara ini menyebabkan kolesterol jadi meningkat," ujar dr Muliaman kepada detikHealth baru-baru ini.

Menurut dr Muliaman ada juga beberapa ahli yang mengaitkan antara polusi udara dengan lemak darah khususnya penyakit jantung pembuluh darah. Misalnya Shanley dkk dari New York University 2018 dalam sebuah publikasinya di Majalah Epidemiology.

Hasil gambar untuk ilustrasi polusi

"Bahwa terdapat hubungan antara hampir 12.000 orang yang terpapar polusi udara dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular seperti hipertensi, dislipidemia dan stroke. Hal ini terjadi karena plak yang meningkat pada kelompok yang terpapar polusi udara," jelasnya.

Dr Muliaman menyebut memakai masker tentu sangat membantu mengurangi paparan polusi udara ini. Namun tentunya penggunaan ini tidak mutlak mencegah penyakit kardiovaskular atau jantung pembuluh darah ini.

Menurutnya, pola makanan adalah yang paling penting dan yang sangat menentukan tingkat kolesterol seseorang karena 80% tingkat kolesterol seseorang ditentukan oleh makanan dan sisanya antara genetik dan olahraga. "Jadi menjaga konsumsi makanan adalah hal yang utama dan sangat penting," jelanya.

Pilihlah kolesterol yang baik dan kalau memang sudah mengonsumsi makanan berlemak dan kadar kolesterolnya tinggi bisa dibantu dengan mengonsumsi Nutrive Benecol secara rutin 2x1 sehari setelah makan Tanpa tambahan gula pasir, Nutrive Benecol dengan kandungan Plant Stanol Esternya telah teruji bisa menurunkan kadar kolesterol hingga 10% dalam 2 minggu jika rutin dikonsumsi dan tentunya jangan lupa berolahraga.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Abash Terlihat Lelah saat Foto Bareng, Lucinta Luna: Abis 3 Ronde! Dibalas Warganet Gila ya Ini Orang

Kisah asmara  Lucinta Luna  dan  Abash   memang kerap menjadi buah bibir warganet di dunia maya. Seperti potret foto yang baru-baru ini diunggah Lucinta di- feed  Instagramnya. Dari foto tersebut diketahui Lucinta Luna dan pacarnya Abash sedang menikmati jamuan di sebuah restoran mewah. Tak sendiri, mereka juga tampak ditemani salah satu sahabatnya. Sayangnya, banyak warganet justru gagal fokus dengan ekspresi yang ditampilkan Abash. Ini lantaran, kekasih Lucinta Luna terlihat sangat lelah. Seolah menjawab penasaran warganet, Lucinta Luna pun langsung memberikan penjelasan. "Quality time @pranataputri_pranas. Sayangku @a13ash mukanya kelelahan yaa abis 3 ronde,"  ungkap Lucinta Luna. Pengakuan penyanyi lagu  Jom Jom Manjalita  itu tentu langsung diserbu komentar warganet. Selain itu, tak sedikit warganet yang justru tambah penasaran atas ungkapan Lucinta Luna. "Wedang ronde kali ah," ...

Benarkah Sering Konsumsi Cabe Bubuk Menyebabkan Difteri?

Belakangan ini beredar pesan berantai yang mengingatkan bahwa mengonsumsi cabe bubuk yang kerap digunakan dalam jajanan seperti tahu crispy, kentang goreng, atau cilok bisa menyebabkan difteri akibat tercemar kencing tikus . Bahkan disebutkan difteri jadi Kejadian Luar Biasa (KLB) di Jakarta dengan korban ratusan jiwa. Dalam akun instagram resmi Dinas Kesehatan DKI telah ditegaskan bahwa berita tersebut adalah hoaks. Pihak Dinkes DKI meminta jika ada yang menerima informasi tersebut, sudah dipastikan hoaks dan tidak berasal dari Dinkes DKI. Senada dengan Dinkes DKI, ahli pencernaan dan dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof dr Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH, MMB menyebut berita KLB tersebut hoaks. "Tentang KLB Difteri hoaks. Berita cabe kering kena kotoran tikus juga Hoaks," kata dr Ari. Dr Ari juga menegaskan bahwa konsumsi cabe bubuk tidak akan menyebabkan difteri. Namun jika terlalu sering mengonsumsinya maka bisa menyebabkan diare pada orang yan...

Ingat 6 Tips Ini Agar Anda Tidak Mudah Jatuh atau Terpeleset di Rumah

Setiap orang pasti pernah terjatuh atau terpeleset setidaknya sekali seumur hidup. Entah terjungkal dari posisi berdiri ke duduk, terpeleset saat lari, atau tergelincir jatuh saat turun tangga. Ketelodoran ini tidak melulu masalah lansia. Apalagi memang jika suka kurang awas dengan keadaan sekitar saat berjalan. Anda juga sering jatuh? Tenang… Nyatanya ada berbagai cara mudah, kok, untuk mencegah jatuh dan terpeleset! Simak rahasianya di sini. Kiat jitu mencegah jatuh dan terpeleset Berikut beberapa cara sederhana yang bisa Anda lakukan untuk mencegah jatuh dan terpeleset. 1. Pastikan pencahayaan ruangan bagus Kebanyakan orang gampang terpeleset karena kurang awas dengan lingkungan sekitarnya yang remang-remang. Bila perlu, pasanglah bola lampu yang lebih terang buat di setiap ruangan. Terutama di area tangga, lorong-lorong sempit, juga ruangan yang rentan lembap seperti kamar mandi dan dapur. Rumah yang terang karena pencahayaannya memadai membantu Anda melihat sekitar den...